Home > JATENG RAYA > 35 Atlet Muda Bulutangkis Dunia Digembleng di Magelang

35 Atlet Muda Bulutangkis Dunia Digembleng di Magelang

Para juara dalam mini tournament usai mereka mengikuti training camp bulutangkis di GOR Djarum, Magelang, Kamis, (5/10). (Foto: metrojateng.com/ch Kurniawati)

MAGELANG – Indonesia dipercaya menjadi tempat untuk menggelar training camp bagi para pebulutangkis pemula. Peserta berasal dari negara-negara yang selama ini tidak begitu menonjol prestasi bulutangkisnya. Kepercayaan itu didasarkan pada Indonesia yang merupakan gudang pebulutangkis berprestasi tingkat dunia.

Training camp ini digelar sebagai upaya untuk menjada agar bulu tangkis tetap dipertandingkan dalam Olimpiade. “Sebab bulu tangkis sudah diwarning, akan di hapus dari Olimpiade bila peserta hanya didominasi oleh negara-negara Asia saja, tidak merata ke nagara-negara lain” terang mantan juara All England, Christian Hadiwinata, dalam jumpa pers di GOR Djarum Magelang, Kamis (5/10).

GOR Djarum Magelang sendiri dipilih menjadi lokasi training camp. Diikuti 35 atlet dari tujuh negara, Brazil, Bulgaria, Armenia, Georgia, New Zealand, Australia dan Timor Leste. Mereka berusia 14 tahun hingga 19 tahun.

21 atlet putra dan 14 atlet putri mengikuti rangkaian latihan sejak 23 September hingga 2 Oktober. Kemudian dilanjutkan dengan gelaran turnamen mini selama 3 hari, dari 3-5 Oktober. Christian turut dalam tim yang menggembleng para atlet muda ini.

Dikatakan Christian, training camp ini sekaligus menjadi ajang persiapan menjelang Badminton World Federation (BWF) World Junior Championship 2017. Kompetisi tersebut akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada 9-22 Oktober 2017 mendatang. “Yang pasti training camp ini merupakan instruksi langsung dari BWF kepada Indonesia. Untuk membantu negara-negara yang memiliki tradisi minim di ajang bulutangkis, agar makin berkembang,” jelas Christian.

Mantan pebulutangkis Yuni Kartika menyebut, prestasi bulutangkis tingkat dunia didominasi negara-negara Asia, seperti Indonesia, Jepang, China hingga Korea Selatan. Untuk negara Eropa didominasi Denmark. Sedang negara selain itu, tidak pernah menonjol prestasinya.

“Karena dinilai tidak berkembang dan merata hingga negara-negara lain, maka ada warning bulutangkis akan hilang dari Olimpiade,” ungkapnya.

Indonesia diharapkan mampu menggarap pebulutangkis dari negara-negara lain yang kurang menonjol, hingga lebih berprestasi.

Sebenarnya, training camp diharapkan bisa diikuti 15 negara. Peserta dari negara lain terkendala persoalan visa, lantaran harus tinggal selama 4-5 pekan di Indonesia.

Sebelum ini, kata Yuni, negara-negara seperti Spanyol dan Kolombia, juga pernah berlatih di Indonesia. “Perkembangan yang cukup lumayan. Karena juara bulutangkis, kini tidak didominasi negara-negara Asia saja,” kata Yuni. Dia mencontohkan pebulutangkis asal Spanyol, Marin Martin yang  mampu menempati ranking satu BWF. (MJ-24)

 

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar