35 Penyandang Difabel Geruduk Mapolres Jepara, Ada Apa?

JEPARA – Sedikitnya 35 penyandang difabel di Kabupaten Jepara mendatangi Mapolres setempat. Mereka mayoritas membawa sepeda motor yanh sudah dimodifikasi beroda tiga. Ada apa?

Foto: istimewa

Ternyata, mereka hendak membuat surat ijin mengemudi (SIM) D. Selama ini, mereka selalu main kucing-kucingan dengan petugas kepolisian saat di jalan raya.

Kedatangan mereka disambut baik dan mendapat pelayanan optimal oleh petugas kepolisian. Bahkan petugas membantu tahapan demi tahapan pembuatan SIM D.

Ismail, salah satunya, yang sudah menginginkan punya SIM D 8 tahun ini. Pria yang bekerja menjual asongan pakai motor itu kini sudah kantongi SIM D.

“Ya senang sekali dan bersyukur bisa punya SIM D. Sudah delapan tahun lebih saya menunggu,” ujar warga Desa Senenan Kecamatan Tahunan, Rabu (4/7).

Ia bersama 34 rekannya datang ke Mapolres untuk membuat SIM D atas bantuan seorang anggota DPRD setempat, Nur Hidayat bekerja sama dengan Volunteer Jepara, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial.

“Saya dan rekan difabel bersyukur sudah punya SIM D,” imbuhnya.

Sementara Nur Hidayat mengaku ada sedikitnya 6.000 penyandang difabel di Kabupaten Jepara. Sebanyak 200 di antaranya masuk ke dalam komunitas difabel.

“Kami fokus memberikan pendampingan kepada rekan difabel. Nantinya masih akan ada pembuatan SIM D lagi,” tuturnya.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, penyandang difabel diprioritaskan dalam pembuatan SIM D.

“Kami memberikan pelayanan yang terbaik bagi rekan difabel untuk mendapatkan SIM D. Namun ada beberapa syarat di antaranya bagi tunarungu harus punya alat dengar atau tuna rungu separoh,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

31 − 29 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.