Home > JATENG RAYA > 58 Ribu Keluarga di Kendal Buang Air Besar Sembarangan

58 Ribu Keluarga di Kendal Buang Air Besar Sembarangan

Bupati Kendal Mirna Anisa saat peletakan batu pertama MCK mandiri di Desa Caruban. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Hingga tahun 2017 jumlah rumah tangga yang masih Buang Air Besar (BAB) sembarangan mencapai 58 ribu. Melihat masih banyak yang belum memiliki jamban, Bupati Kendal Mirna Annisa menargetkan 2018 program bebas BAB sembarangan bisa terselelesaikan. Pihaknya akan menggulirkan program percepatan pembangunan sarana mandi cuci kakus (MCK) mandiri di tiap desa.

Tahun 2017 sendiri sudah terselesaikan 17 ribu jamban keluarga melalui program jambanisasi. Hingga akhir tahun ada 1.300 target fasilitas MCK yang akan dibangun. Hal itu dilakukan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan untuk menyalurkan dana sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibilty (CSR) untuk pembangunan MCK. Salah satunya yang sudah sudah terelalisasi adalah dengan PT Toto Tentrem Santoso dengan membangunkan lima unit MCK di Desa Caruban Kecamatan Ringinarum.

Bupati Mirna mengatakan, selain dana CSR ini pihaknya juga memberikan kredit tanpa agunan dengan cicilan rendah dari BPR BKK bagi masyarakat  untuk membangun MCK. “Kami sudah menggandeng beberapa pengembang dan perusahaan untuk membangunan MCK,” katanya disela peletakan batu pertama pembangunan MCK mandiri di Desa Caruban, Senin (25/9).

Diakui bupati, masih ada kekuranan 41 ribu jamban keluarga. Harapannya bisa terselesaikan dengan pembangunan MCK umum di setiap desa. Pihaknya berharap, dengan dimulainya PT Toto Tentrem Santoso, ke depan akan muncul perusahaan pengembang lain yang memiliki kesadaran untuk membangunkan sarana MCK. Sebab program MCK ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kesahatan.

Tahun ini untuk program bebas buang air besar sembarangan, peringkat Kendal meningkat. Dari sebelumnya berada di posisi 21 dari 33 kabupaten kota di Jateng. “Hingga pertengahan semester tahun ini Kendal sudah berada di posisi 19. Harapannya hingga akhir tahun bisa terus peringkat,” jelasnya.

Selanjutnya, masyarakat diminta bisa menjaga kebersihan. Sehingga masyarakat dapat mencapai kesehatan bersama, karena tidak ada lagi virus dan bakteri berbahaya yang ditimbulkan dari buang air besar sembarangan.

Direktur PT Toto Tentrem Santoso, Subhan mengatakan selain Desa Caruban, pihaknya siap membangunkan sarana MCK umum bagi 286 desa dan kelurahan di Kendal.  Dengan pembangunan 5-6 unit perdesa. “Kami sudah siapkan 1430 MCK, tinggal desa menyiapkan lahannya dan kami siap membangunnya,” katanya.

Jumlah tersebut menurutnya masih bisa bertambah, karena pemangunan MCK mandiri akan disesuaikan dengan jumlah penduduk dan luasan daerah. “Karena ada beberapa desa ataupun kelurahan yang sudah bebas dari buang air besar sembarangan,” imbuhnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar