Home > JATENG RAYA > Borobudur Marathon 2017, Peserta Terbatas

Borobudur Marathon 2017, Peserta Terbatas

Panitia Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 melaunching jersey dan medali BJBM 2017, di warung kopi desa Ngaran Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu (17/9). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Yayasan Borobudur bekerjasama dengan Pemerintah propinsi Jateng dan  Bank Jateng kembali menggelar Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017. Acara ini bertaraf internasional dengan peserta terbatas hingga 10 ribu saja. Pembatasan peserta ditujukan agar acara bisa lebih berkualitas dibanding tahun sebelumnya.

“Berkaca pada pelaksanaan tahun 2016 yang kacau. Maka kami batasi jumlah pesertanya, agar mereka merasa aman dan nyaman,” terang ketua Yayasan Borobudur, Liem Chie An di sela-sela peluncuran jersey dan medali BJBM 2017 di Balkondes Warung Kopi, desa Ngaran  Borobudur Magelang, Minggu, (17/9). Peluncuran itu dihadiri ratusan pelari dari 10 komunitas lari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Dikatakan Liem, tahun lalu peserta BJBM berasal dari berbagai kalangan. Pelari, pelajar maupun peserta umum. Sekarang di batasi hanya untuk pelari dan yang membayar tiket saja. Pembatasan peserta tersebut juga ditujukan agar panitia lebih fokus mengatur peserta.

Peserta akan mendaftar dalam tiga kategori. Kategori full marathon 42 km, half marthon 21 km, dan 10 km. Ketiga kategori tersbut masih dipecah dalam beberapa sub kategori. Yakni full marathon open dan full marathon nasional, half marathon open dan half marathon nasional, 10K open dan 10K nasional.

Liem yang juga pengusaha asal Magelang ini menyebut BJBM tahun ini menyediakan hadiah paling besar dibanding perlombaan serupa di tempat lain. Yakni tak kurang dari Rp 3 miliar. “Kami sediakan hadiah yang paling besar untuk acara yang sangat ditunggu para pelari dari seluruh dunia ini,” katanya.

BJBM 2017 akan dilaksanakan pada Minggu, 19 November. Hingga saat ini, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 4.000 pelari. Selain dari berbagai klub di Indonesia, para pelari yang sudah mendaftar  juga datang dari 12 negara. “Seperti biasa, pelari dari Kenya mendominasi jumlah peserta dari luar negri,” ungkap Liem.

Disebutkan Liem, agar pelaksanaan BJBM semakin berkualitas, maka pihaknya menggandeng pihak ketiga. “Dulu kita tangani sendiri ternyata hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Sekarang kita gandeng pihak ketiga,” ujarnya.

Ini adalah kali kelima bagi Yayasan Borobudur menggelar perlombaan lari marathon, sejak 2013 lalu. Menurut Liem, acara olahraga sangat penting. Dikatakan dia, olahraga, wisata dan ekonomi adalah tiga bidang yang dapat berkolaborasi dan menghasilkan manfaat luar biasa bagi masyarakat.

Acara olahraga diharapkan dapat mengangkat potensi ekonomi masyarakat sekitar candi Borobudur Magelang. Ketika banyak pelari yang datang, maka masyarakat Borobudur dan sekitarnya bisa mengambil peluang dengan menyediakan berbagai layanan. Seperti penginapan atau homestay, cinderamata, kuliner dan lain sebagainya.

BJBM 2017 mengangkat tema “Reborn Harmony”. Itu untuk mengingatkan kembali tentang semangat kebersamaan dari para pelari di Indonesia dan Jawa Tengah khususnya. Lewat tema tersebut, peserta akan diajak menikmati sport tourism yang ada di daerah sekitar candi Borobudur dan Jawa Tengah.

Direktur Bank Jateng, Suprayitno, mendukung penuh kegiatan BJBM 2017 ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah ide brilian mengkolaborasikan olahraga, wisata, dan ekonomi di kawasan cagar budaya dunia Candi Borobudur.

Melalui BJBM, katanya, bukan hanya ekonomi rakyat Jawa Tengah yang terangkat akan tetapi juga ekonomi desa-desa akan menggeliat. Menurutnya, BJBM 2017 sebagai bukti sinergi yang harmonis antara pemerintah, masyarakat pengusa. (MJ-24)

 

 

 

 

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar