Home > JATENG RAYA > Menpora: Olahraga Merupakan Pemersatu Bangsa

Menpora: Olahraga Merupakan Pemersatu Bangsa

Menpora Imam Nahrowi bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Walikota Magelang Sigit Widyonindito bersepeda memasuki stadion Much Subroto untuk mengikuti puncak acara Haornas ke 34, Sabtu (9/9). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 34 menyebut, olahraga merupakan pemersatu bangsa. Ia menyampaikan lewat pidato di Stadion Much Subroto Kota Magelang, Sabtu (9/9).

“Saya pernah ke daerah pelosok di Tulehe Maluku. Lokasi yang jauh dari perkotaan. Wilayah ini juga merupakan bagian konflik di Maluku. Di sana ada seorang pemuda bernama Sani. Dia membentuk kesebelasan sepakbola, anggotanya banyak. Para pemuda yang berbeda-beda agama,” Kata Nachrowi.

Ia menceritakan perihal kemenangan tim tersebut pada suatu pertandingan. Sambutan meriah datang dari seluruh penduduk ketika tim pulang. “Sambutan penduduk tidak memandang agama. Yang mereka tahu, tim itu berhasil menang,” lanjut Nachrowi.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan Sani sebagai tokohmuda pemersatu Indonesia melalui olahraga. Sani diundang dalam peringatan Haornas di Magelang untuk diberi penghargaan atas perannya itu.

Nachrowi memberi contoh lain. Pasangan peraih medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir. “Pemain bulu tangkis ganda Indonesia ini berbeda suku dan agama. Namun demikian mampu menjadi juara dan mengharumkan nama Indonesia ke penjuru dunia. Keduanya adalah representasi Bhineka Tunggal Ika. Tanpa mempertanyakan suku dan agamanya, mereka bersatu dan unggul dalam bidang olahraga,” jelasnya.

Penghargaan juga diberikan kepada tokoh pembina olahraga, tokoh penggerak olahraga, perusahaan peduli olahraga, dan penghargaan media massa peduli olahraga. Menpora menyebut, olahraga juga merupakan alat sebuah perjuangan untuk meningkatkan harkat martabat Indonesia. Apalagi, pada 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asean games dan Asean para-Games.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyatakan, olahraga menjadi alat kontribusi dari anak bangsa untuk negara. Ia bertekad dapat menjadi tuan rumah yang baik, setelah ditunjuknya Kota Magelang sebagai lokasi puncak Haornas. Menurut dia, melalui olahraga bisa menjadikan negara menjadi kuat.

Kendati puncak perayaan Haornas urung dihadiri Presiden Jojo Widodo, acar tetap berlangsung meriah. Bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia yang wilayahnya di singgahi tim Pesona Gowes Nasional juga turut hadir dan mendapat penghargaan.

Pada puncak acara, ada penyatuan tanah dan air yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tanah dan air tersebut merupakan bahan utama pembuatan Monumen Tanah Air Persatuan (MTAP) yang akan dibangun di  Gunung Tidar Kota Magelang. Gunung Tidar sendiri dikenal sebagai pakuning tanah Jawa.

Puluhan ribu pelajar sejak siang sudah berada di tempat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pemandangan cukup menakjubkan dibuat oleh pelajar yang duduk di tribun yang membentuk konfigurasi bendera merah putih. Sorak sorai pelajar menggema tatkala Menpora Imam Nahrowi bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Magelang Ir Sigit Widyonindito memasuki stadion dengan naik sepeda. Menpora berkesempatan berkeliling stadion menyapa seluruh pelajar yang histeris menyambut. (MJ-24)

 

 

Ini Menarik!

1 Sura, Ribuan Warga Kendal Rebutan Nasi Bungkus

KENDAL – Ribuan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi sura dalam peringatan Haul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *