Home > JATENG RAYA > Nasi Glewo, Dulu Ngetop di Semarang, Sekarang Sangat Jarang

Nasi Glewo, Dulu Ngetop di Semarang, Sekarang Sangat Jarang

Nasi Glewo (foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Sebuah sajian istimewa yang sangat melegenda hadir di ajang Festival Lezaatnesia yang ada di Mal Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang. Nasi glewo yang telah menghilang tiba-tiba disajikan kembali dihadapan para pengunjung festival tersebut.

Rika Narulita, merupakan seorang penjual nasi glewo di Festival Lezzatnesia. Rika sapaan akrabnya mengaku, saat ini sangat susah untuk mencari nasi glewo ditengah masyarakat.

Ia ingin menghadirkan kembali nasi glewo untuk mengembalikan memori warga Semarang pada masa lampau. Terlebih lagi, makanan khas Semarang cukup ngetop pada 1980 silam.

“Banyak orang mungkin yang lupa dengan Nasi Glewo. Makanya saya ingin tetap melestarikan kuliner yang hampir punah ini, khususnya memperkenalkan kepada masyarakat Semarang,” ujar wanita 29 tahun itu saat ditemui di lokasi festival, pada Kamis (7/9).

Ia yang tinggal di Jalan Miroto meneruskan berjualan nasi glewo dari ibunya. Pada dekade 90’an, ibundanya rutin berjualan nasi glewo di lapaknya Jalan Padepokan Ganesa.

Saat itu, nasi glewo racikan ibundanya sempat digandrungi para pembeli. Namun, ia menyayangkan karena akhirnya mengalami pasang surut sampai ibunya memutuskan tidak berjualan lagi.

“Dan saat jualan lagi, saya jadi satu-satunya yang masih berjulan nasi glewo,” cetusnya.

Nasi glewo, menurutnya punya tekstur nyaris mirip dengan bubur India khas Masjid Jami Pekojan. Keduanya sama-sama memakai daging sapi koyoran bercampur kuah bersantan.

Hanya saja, lanjutnya nasi glewo menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, daun salam dan lengkuas. Bumbu rempah tersebut kemudian ditumbuk halus kemudian ditumis.

Setelah itu, dicampur rebusan daging koyoran dan santan. Ia mengolah bumbu nya dalam bara api kecil selama 10 menit.

“Cara masaknya yang masih dipertahankan. Kalau dulu pakai tungku, sekarang pakai kompor. Pakainya daun pisang,” imbuhnya.

Sebagai penambah citarasa, nasi glewo disajikan dengan emping bertabur bawang goreng dan sambal terasi. Harganya hanya Rp15 ribu per porsi sepiring. (far)

Ini Menarik!

1 Sura, Ribuan Warga Kendal Rebutan Nasi Bungkus

KENDAL – Ribuan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi sura dalam peringatan Haul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *