Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Berdiri Sejak Tahun 1919, Nyonya Meneer Akhirnya ‘Ambruk’

Berdiri Sejak Tahun 1919, Nyonya Meneer Akhirnya ‘Ambruk’

Aksi buruh Nyonya Meneer beberapa waktu lalu. (foto: metrosemarang.com)

SEMARANG – Setelah berdiri lebih dari seratus tahun lamanya, pabrik jamu tertua di Jawa Tengah, Nyonya Meneer akhirnya gulung tikar. Fakta tersebut muncul saat majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang mengetuk palu yang menyatakan produsen jamu serbuk itu pailit per Kamis (3/8) kemarin.

Hakim Anggota PN Semarang, Wismonoto memastikan telah mengabulkan permohonan kreditur konkuren asal Kelurahan Palur Kabupaten Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso. Dalam amar sidangnya, kuratur meminta untuk membatalkan perjanjian damai atas pelunasan hutang Nyonya Meneer.

“Intinya para pemohon minta dibatalkan atas perjanjian yang dulu. Dulu ada perjara antara Nyonya Mener dengan kreditur. Mereka membuat perjanjian untuk dalam sekian tahun harus melunasi,” tegasnya saat dikontak, Jumat (4/8).

Ia menambahkan dalam tenggat waktu yang telah disepakati, Nyonya Meneer ternyata tidak punya ihtihad baik. Mereka tidak melakukan pelunasan hutang secara signifikan.

“Sehingga mereka meminta perjanjian tersebut dibatalkan dan dalam persidangan hampir 60 hari ini seperti itu, pailit,” paparnya.

Ia mengaku sempat memberikan batasan waktu bagi kreditur dan Nyonya Meneer untuk berdamai atas kasusnya tersebut. Akan tetapi kesepakatan damai tak kunjung tercipta. “Setelah diberi waktu kesempatan untuk berdamai ternyata tidak tercapai akhirnya jatuhnya pailit,” akunya.

Pihaknya menyatakan saat ini semua aset Nyonya Meneer telah dibekukan. Tak menutup kemungkinan pula semua aset pabrik jamu itu bakal dijual melalui kurator.

Aset Nyonya Meneer kemudian dilego. Setelah itu, hasil penjualan asetnya bisa dipakai untuk membayarkan para kreditur Nyonya Meneer. “Pelunasannya enggak ada tenggang waktu. Kalau aset dijual cepat dibeli, digelar rapat kreditur,” katanya. (far)

Ini Menarik!

Pailit, Nyonya Meneer Nunggak Upak Buruh Rp 98 Miliar

Share this on WhatsAppSEMARANG – Setelah diputus pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai …

Silakan Berkomentar