Home > KRIMINAL & HUKUM > Mayat Berdarah Ditemukan di Halte Trans Solo

Mayat Berdarah Ditemukan di Halte Trans Solo

 

temu mayat kartasura (4)
Petugas Polres Sukoharjo tangani temuan mayat di Kartasura. Foto: Metrojateng.com

SUKOHARJO – Mayat tanpa identitas dengan luka di pelipis dan mata ditemukan di halte Batik Trans Solo (BTS), Selasa (16/9). Tepatnya di dekat lampu merah Gembongan, di depan warung makan Pecel Madiun Jalan Raya Solo – Kartasura. Warga Ngadirejo, Kartasura semula warga menduganya sebagai korban tabrak lari.

Namun dari luka-lukanya seperti dianiaya sebelum tewas. Darah segar masih mengucur melalui hidung, mulut dan bagian kepala. Korban adalah laki-laki berusia sekitar 30 – 40 tahun. Memakai jaket hitam dan celana hitam.   Ketua RT 02/III Kenteng, Kelurahan Ngadirejo  Budi Setiyana mengatakan, sekitar pukul 05.30 ada warganya yang melapor melihat orang meninggal di tepi jalan.  Laporan langsung diteruskan ke Polsek Kartasura. “Warga saya Pak Khairun yang melapor. Dia mengira gelandangan menjadi korban tabrak lari, saya langsung menghubungi Polsek Kartasura” kata Budi Setiyana.
“Dilihat dari lukanya, korban diperkirakan meninggal 2-3 jam sebelum ditemukan, dari otopsi luar ada luka luka di kepala khususnya mata dan pelipis,” ungkap dr Rudi dari Puskesmas Kartasura yang turur serta ke lokasi kejadian bersama pihak Polsek Kartasura.
Informasi lain menyebutkan, semalam warga mendengar suara orang bertengkar di sebuah ruko di seberang jalan lokasi temuan mayat. Warga menduga ada hubungannya dengan penemuan mayat korban. Apalagi ditemukan ada ceceran darah dari ruko menuju halte.
“Kemungkinan korban dianiaya kemudian lari ke jalan trus ketabrak mobil,” kata Hidayat warga sekitar.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai melalui Kasat Reskrim Polres sukoharjo, Iptu Fran Dalanta Kembaren mengatakan, kasus penemuan mayat di Jalan Raya Solo – Kartasura masih dalam penyelidikan. “Dugaan sementara korban tabrak lari, mengingat saat dilakukan olah TKP di lokasi kejadian, ditemukan bekas pengereman yang cukup panjang,” kata Fran.
Bekas luka di sekujur tubuh diduga akibat benda tumpul di pelipis dan mata. Tangan dan kaki juga ada lecet-lecet seperti bekas seretan. Di lokasi kejadian ditemukan sejumlah batu bata yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Sementara dalam KKN itu, ada 584 mahasiswa di tujuh kecamatan Kabupaten Sukoharjo, 382 mahasiswa di lima kecamatan Kabupaten Wonogiri, sebelas mahasiswa di Karanganyar, sembilan mahasiswa di Kebakkramat, sepuluh mahasiswa di Kerjo, 12 mahasiswa di Banjarsari, 8 mahasiswa di Rembang dan 4 mahasiswa di Jepara.  (MJ-12)

 

Ini Menarik!

Senggolan di Ruang Karaoke, Feri Tewas Ditusuk

Share this on WhatsApp Beberapa diantara terduga pelaku pengeroyokan yang terjadi di tempat karaoke di Hotel …

Silakan Berkomentar