Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG 31 Kios PKL Kaligawe dan Tambakrejo Dibongkar Petugas

31 Kios PKL Kaligawe dan Tambakrejo Dibongkar Petugas

72
0
BERBAGI
penggusuran banjir kanal timur
Petugas Dinas Perdagangan membongkar lapak/kios PKL bantaran Sungai BKT di wilayah Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari, Selasa (13/3). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

SEMARANG – Sebanyak 31 kios Pedagang Kaki Lima (PKL) bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari dibongkar petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang, Selasa (13/3).

Dengan peralatan yang dibawa satu per satu petugas membongkar lapak atau kios. Sementara pedagang mengamankan barang-barangnya. Untuk di Tambakrejo, terdapat barang seperti kulkas dan barang-barang elektronik lainnya dari hunian milik para PKL.

Petugas juga merobohkan tembok bangunan semi permanen dengan alat berat. Meski di bantaran sungai, ternyata banyak juga PKL yang mendirikan bangunan dengan tembok. Meski demikian, pembongkaran lapak/kios dan hunian PKL ini berjalan dengan lancar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang yang memimpin pembongkaran, Fajar Purwoto mengatakan, hari ini hanya dibongkar 14 kios di Kaligawe. Sisanya 134 kios akan dibongkar pedagang sendiri sampai hari Senin (19/3) mendatang. Sedangkan di Tambakrejo ada sebanyak 17 kios dan hunian yang semuanya sudah dibongkar.

‘’Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua PKL yang ada di bantaran Sungai BKT, karena mereka mendukung normalisasi. Sehingga tidak ada masalah apapun saat kami turun untuk melakukan pembongkaran,’’ katanya.

penggusuran banjir kanal timur
Alat berat digunakan untuk membongkar lapak/kios PKL bantaran Sungai BKT di wilayah Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari, Selasa (13/3). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

Untuk batas waktu pembongkaran sendiri oleh PKL, dia menuturkan mulai hari Selasa (13/3) ini sampai tanggal 20 Maret mendatang. Semua pedagang yang kiosnya hari ini dibongkar direlokasi ke Pasar Klitikan Penggaron atau sekarang bernama Pasar Barito Baru.

‘’Ada 30 pedagang yang direlokasi ke Pasar Barito Baru, sisanya akan ditempatkan di belakang Pasar Waru, kami nanti akan buatkan shelter,’’ ujar Fajar Purwoto.

Fajar menambahkan, pembongkaran pihaknya sengaja memprioritaskan di wilayah Kecamatan Gayamsari. Agar satu sisi bantaran Sungai BKT bersih dari PKL, selain juga karena di kecamatan ini ada 5 kelurahan yang terdapat PKL di bantaran Sunagi BKT.

‘’Besok Rabu (14/3) kami juga akan sosialisasi terakhir di Pandean Lamper dan Sambirejo. Sehingga tanggal 25 Maret kami harapkan sepanjang jalan masuk akses Kecamatan Gayamsri sudah tidak ada PKL,’’ tegasnya.

Setelah itu, mulai April pihaknya akan bergeser ke wilayah Kecamatan Semarang Timur, karena ada 3 kelurahan yang terdapat keberadan PKL di bantaran BKT.

‘’Kami targetkan April Insyaallah sudah terbongkar smeua, kecuali di Karang Tempael. Karena untuk PKL di Karangtempel kami baru proses membangunkan lapak di Pasar Barito Baru. Akhir April atau sebelum puasa ditargetkan sudah clear semua,’’ tandasnya. (duh)