30 Ribu Sekolah Ada di Daerah Rawan Bencana

MAGELANG – Mendikbud Muhajir Efendi mengungkapkan, sedikitnya 30 ribu sekolah di seluruh Indonesia berada di daerah rawan bencana. Sekolah itu tersebar baik di Jawa maupun luar Jawa. Karenanya, keberadaan sekolah di lokasi itu harus mendapat prioritas, terutama untuk menyiapkan guru dan siswa agar lebih siap menghadapi resiko bencana.
“Mereka kita prioritaskan agar lebih siap dalam menghadapi resiko bencana,” kata Mendikbud, usai menutup Konferensi Nasional Pendidikan Bencana (PB) di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang), Kamis (24/8).
Dikatakan, Kemendikbud telah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang berada di radius bencana. Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan relawan di seputar sekolah yang ada di daerah rawan.Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini, bencana di Indonesia harus menjadi program priorotas dalam hal penanganan.
“Harus ada komitmen kuat, waspada dan bergerak cepat dalam mengantisipasi terjadinya bencana,” imbuhnya.
Fasilitas sekaligus infrastruktur harus benar-benar di siapkan. Sekolah-sekolah di daerah rawan bencana, akan dibangun dengan standar tahan gempa. Namun, untuk standarnya pasti berbeda antara daerah satu dengan lainnya. “Tergantung seberapa sering daerah itu dilanda bencana, seperti longsor atau banjir. Juga erupsi gunung atau gempa dengan kekuatan berapa SR,” ujarnya.
Mendikbud berpendapat, dalam menyiapkan guru atau siswa lebih siap menghadapi resiko bencana, maka di setiap tema pelajaran harus disisipkan pendidikan kebencanaan. Juga dalam kegiatan ektrakurikuler terutama dalam hal penguatan karakter. Seperti saling tolong menolong, gotong royong, kemudian kemandirian bisa diakomodasi di dalam pendidikan kebencanaan.(MJ-24)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 7 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.