Home > KRIMINAL & HUKUM > 3 Tahun Tanpa Kejelasan, Keluarga Korban Pembunuhan Datangi Mapolres Kendal

3 Tahun Tanpa Kejelasan, Keluarga Korban Pembunuhan Datangi Mapolres Kendal

Keluarga Syaifudin mempertanyakan penanganan kasus pembunuhan tiga tahun silam. Foto Metrojateng
Keluarga Syaifudin mempertanyakan penanganan kasus pembunuhan tiga tahun silam. Foto Metrojateng

KENDAL – Keluarga Syaifudin, korban pembunuhan Kecamatan Kangkung, Kendal, tiga tahun silam, mendatangi Mapolres Kendal, Rabu (10/9) siang. Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus yang terjadi pada Desember 2011 itu dan sampai saat ini belum juga tuntas.

Ibunda Syaifudin, Sriatun ditemani kedua kakak korban tidak kenal lelah mendatangi Mapolres Kendal. Sudah tiga kali keluarga korban pembunuhan ini mendatangi polres untuk mengetahui perkembangan kasus pembunuhan yang terjadi tiga tahun silam. Sebelumnya dua kali mendatangi Polres Kendal, tidak ada jawaban pasti terkait penuntasan kasus pembunuhan dan selalu dijanjikan.

Sriatun beserta kakak korban Khotimah dan Khodriyah harus menunggu lama sebelum diterima Kasat Reskrim dan Kasubag Humas serta penyidik yang menangani kasus tersebut. Dengan membawa foto korban, mereka akhirnya diterima di ruang pengaduan masyarakat dan tertutup bagi media.

Usai mendapatkan penjelasan dari polisi, keluarga korban mengaku belum bisa iklhas atas kematian syaifudin jika pelaku pembunuhan belum tertangkap. Apalagi pelaku yang diduga membunuh korban sudah jelas identitasnya. “Keluarga hanya ingin menanyakan sejauh mana perkembangan penyidikan kasus ini karena sudah tiga tahun belum terungkap,” kata Khotimah.

Sementara ibu korban mengaku, masih teringat anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibu korban masih memendam duka jika mengingat anaknya meninggal dengan cara dibunuh sementara pelaku belum ditangkap dan mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Andriansyah,  mengatakan pihaknya sudah melakukan penyidikan namun alat bukti yang mengarah kepada pelaku masih minim. “Polisi akan mengirimkan surat resmi terkait perkembangan penyidikan kasus pembunuhan ini kepada keluarga korban,” katanya.

Meski belum puas atas jawaban dari polisi namun pihak keluarga sudah sedikit lega pengaduannya diterima dan diberi penjelasan dari penyidik. Kasus pembunuhan ini diawali dengan penemuan mayat di Sungai Laban Kecamatan Kangkung Kendal pada 17 desember 2011 silam. Hingga kini polisi belum juga menemukan pelaku pembunuhan terhadap bos video shooting yang diduga dibunuh teman dekatnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar