Home > JATENG RAYA > 3 Tahun Menikah, Emilia dan Arvian Kini Dibui Bersama

3 Tahun Menikah, Emilia dan Arvian Kini Dibui Bersama

Emilia dan Arvian saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (8/8). (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Arvian Nova dan Emilia T adalah pasangan muda yang baru tiga tahun lalu menikah. Arvian berumur 20 tahun, istrinya 19 tahun. Mereka memiliki seorang anak.

Bulan lalu, Arvian ditangkap polisi. Diduga terlibat kasus narkoba, Arvian kemudian ditahan di sel tahanan Polrestabes Semarang. Kasusnya itu masih ditangani polisi hingga kini.

Sejak Arvian ditahan, Emilia rajin membesuknya. Emilia membawakan barang-barang keperluan Arvian, juga barang pesanan Arvian, termasuk telefon seluler yang sebetulnya terlarang bagi tahanan. Emilia membawakannya secara sembunyi-sembunyi.

Di sel tahanan, Arvian bertemu tahanan lain, Stanley N (39 tahun). Stanley tahu Arvian memiliki telefon seluler. Suatu hari, Stanley ingin membeli sabu-sabu dari seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Kedungpane Semarang. 1 gram saja, seharga Rp 1 juta.

Stanly minta Arvian menggunakan telefon selulernya untuk membeli sabu itu. Jika berhasil, Arvian dijanjikan akan mendapat setengah bagiannya. Arvian memulai transaksinya dengan mengontak nomor telefon yang diberikan Stanley.

Ketika transaksi sampai pada tahap pengambilan barang, Arvian menghubungi istrinya lewat pesan seluler. Ia berikan suatu alamat kepada istrinya untuk mengambil 1 gram sabu-sabu yang dimaksud.

Emilia, Sang Istri, menurut. Ia berangkat menuju alamat yang ada di pesan suaminya dan berhasil mendapatkan sabu-sabu itu.

Jumat (4/8) malam, Emilia kembali ke Kantor Polrestabes Semarang. Membawakan sabu-sabu pesanan Arvian. Sabu-sabu sudah dikemas dalam plastik. Ia gulung plastik kecil pembungkus sabu itu. Lalu ia masukkan gulungan plastik ke dalam nasi bungkus yang dibelinya di warung.

Kepada petugas, Emilia mengaku ingin mengantarkan makanan untuk suaminya. Tidak ada jam besuk malam, tentu saja. Emilia meninggalkan nasi bungkus yang dibawanya malam itu pada petugas jaga.

Petugas memeriksa bungkusan nasi, sesuai standar yang berlaku. Gulungan plastik yang terselip di dalam nasipun terkuak.

Koordinasi antar petugas dilakukan, mereka mencari Emilia saat itu juga. Emilia ditangkap di rumahnya pada Sabtu (5/8) dini hari. Kini Emilia dan suaminya sama-sama mendekam di sel tahanan Polrestabes Semarang.

“Anak saya sekarang ikut ibu di rumah,” kata Emilia lirih saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Selasa (8/8). Wajahnya tertunduk, begitu pula suaminya.

Polisi melacak sumber sabu-sabu yang diambil Emilia. Polisi menyebut seorang berinisial T, penghuni penjara Kedungpane yang menjual sabu atas transaksi menggunakan telefon seluler Arvian.

Telefon seluler, kendati merupakan barang terlarang di sel tahanan, nyatanya ada saja yang bisa membawanya. Kapolrestabes Semarang, Abioso Seno Aji mengatakan itu karena kelengahan petugas yang dimanfaatkan pembesuk yang curang.

“Setiap kali kami adakan razia, masih saja ada yang menyimpan handphone,” ujar Abioso. Kini pengawasan akan diperketat, terhadap tahanan, juga terhadap pembesuk. Kata dia, pembesuk akan selalu diperiksa setiap kami mendatangi ruang tahanan. (fen)

Ini Menarik!

Gerindra Bakal Umumkan Cagub Jateng Pekan Depan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Nama calon gubernur (cagub) yang akan diusung Partai Gerakan …

Silakan Berkomentar