3 Kali Kepergok Mesum, Pria Ini Sembunyi di Kamar Mandi

 

MAGELANG – Seorang pria ditemukan sedang bersembunyi di kamar mandi ketika petugas gabungan melakukan operasi pekat, pada sejumlah kos-kosan yang ada di Kota Magelang, Minggu (28/1) dini hari. Belakangan diketahui, pria tersebut sudah tiga kali terjaring razia lantaran melakukan perbuatan mesum.

“Ternyata tidak kapok dan kenapa harus bersembunyi padahal ini sudah yang kesekian kalinya ia kepergok berbuat mesum,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indra Pranggana.

Pria yang bersembunyi di kamar mandi tersebut menolak keluar, kendati petugas mengancam akan mendobrak pintu kamar mandi. Ia bertahan selama setengah jam, sebelum akhirnya petugas membongkar paksa pintu dengan peralatan.

Di hadapan petugas, pria tersebut tak berkutik. Ia keluar mengikuti aba-aba petugas menuju markas Satpol PP. Selain seorang yang bersembunyi di kamar mandi, ada orang lain yang terjaring razia berupaya mengelabuhi petugas. Mereka mengaku sendirian di dalam kamar.

Namun petugas curiga dan melakukan penggeledahan ke dalam kamar. “Benar saja, di balik pintu ada satu pria yang hanya mengenakan celana dalam. Mengakunya adik ponakan namun petugas kami tidak percaya dan tetap diangkut,” tandas Singgih.

Razia tersebut dilakukan oleh personel Satpol PP, Polres Magelang Kota dan TNI. Kamar kos-kosan menjadi target operasi. “Karena banyak aduan dari masyarakat yang mengeluhkan penyalahgunaan kamar kos,” ujar Singgih.

Operasi dilakukan berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Petugas disebar menjadi dua tim yang menyasar wilayah Magelang Utara dan sebagaian Magelang Tengah. Satu tim lain menyisir wilayah Magelang Selatan dan sebagian wilayah Magelang Tengah.

Razia tersebut berhasil menjaring 12 orang. Terdiri dari lima pasangan tidak sah. Sisanya, adalah pasangan yang tidak membawa identitas, namun tetap dijaring razia. Merek lantas diperiksa oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Magelang.

Setelah itu, mereka dibina dan diminta mengisi pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan asusila lagi. Kepada satu pasangan yang sudah tiga kali terjaring razia, petugas memberi perhatian khusus. “Kemungkinan akan kami limpahkan kepada kepolisian agar diterapkan tindak pidana ringan. Kebetulan tadi ibunya menyusul, jadi kita beri tahu ibunya. Kami sarankan agar segera dinikahkan saja daripada harus berurusan dengan petugas,” tegas Singgih. (MJ-24)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.