22 Supir BRT Diblacklist, 28 Petugas Tiket Dipecat

BRT Kota Semarang (foto: doc)
SEMARANG – Sebanyak 22 nama supir telah diblacklist oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, terkait banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Selain itu sebanyak 28 petugas tiket juga telah dikeluarkan.
”Per bulan September kemarin kami sudah memblacklist 22 nama supir dan mengeluarkan 28 petugas tiket yang terbukti melanggar SOP tingkat berat, dan juga mereka yang terbukti mencoba untuk berbuat curang”, kata Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Senin (9/10).
Sikap tegas itu dimaksudkan agar petugas yang lain baik supir maupun petugas tiket dapat menjalankan pekerjaannya sesuai SOP. Sehingga yang dulu dikatakan manajeme BRT ada pembiaran terhadap karyawan yang tidak beres dalam tanda kutip, kata Ade Bhakti, kini tidak lagi beranggapan seperti itu.
Sikap tegas itu efeknya dinilai cukup signifikan terhadap jumlah pendapatan per hari. Awal bulan April lalu setelah launching koridor V dan VI, pendapatan rata-rata per hari di angka antara Rp58-64 juta. Namun posisi saat ini pendapatan rata-rata per harinya di atas Rp72 juta sampai Rp84 juta, bahkan beberapa hari pernah menyentuh angka di atas Rp92 juta.
”Artinya apa, temen-temen saya ini yang berada di bawah manajemen BLU UPTD Trans Semarang, gaji mereka ya dari pendapatan tiket yang kami terima dari pengguna jasa,” ujar Ade Bhakti.
Selain itu, dia menambahkan, pihaknya berencana menambah alat ticketing sebanyak 72 unit pada anggaran perubahan tahun 2017 ini. Karena penggunaan elektronik tiket sangat efektif untuk meningkatkan pendapatan. ”Karena mau tidak mau akhirnya pola manusia yang ingin berbuat curang akhirnya bersih sendiri atau istilahnya Clean By Machine”, tandasnya. (duh)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 36 = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.