Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > 2018, Kemiskinan Masih Jadi PR Jateng

2018, Kemiskinan Masih Jadi PR Jateng

Kepala Kanwil Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)
SEMARANG- Tingkat kemiskinan masih menjadi tantangan atau “PR” bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2018. Bank Indonesia (BI) dan pemerintah daerah akan terus berupaya menekan angka kemiskinan tersebut. Kepala Kanwil BI Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya baik dalam hal pengentasan kemiskinan dari sisi pangan, kesehatan, akses pendidikan, hingga peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Pemerintah Daerah telah melaksanakan program pemberian Kartu Jateng Sejahtera (KJS), bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan bantuan lainnya.
Sedangkan Bank Indonesia, turut serta dalam koordinasi dan monitoring penyaluran bantuan sosial nontunai kepada masyarakat dalam rangka peningkatan keuangan inklusif,” tuturnya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 di Kantor BI Jateng, Selasa (5/12).
Sebagai hasil dari upaya tersebut, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah berangsur-angsur mengalami penurunan. Bahkan pada Maret 2017, Jawa Tengah berhasil menjadi provinsi dengan jumlah penurunan penduduk miskin terbesar di Indonesia. Meskipun tingkat kemiskinan masih relatif lebih tinggi dibandingkan angka nasional.
Selain itu, kata Ponco, kondisi ketimpangan dan tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah juga menunjukkan perbaikan dari tahun 2016. (ang)

Ini Menarik!

Jumlah Servis di Bengkel Honda Melonjak Tajam

SEMARANG – Sepanjang tahun 2017, permintaan jasa servis di wilayah Jawa Tengah mencapai angka 5.040.518 …

Silakan Berkomentar