iklan
Home > JATENG RAYA > Mensos Targetkan 10 Juta Warga Miskin Terima PKH

Mensos Targetkan 10 Juta Warga Miskin Terima PKH

Mensos Khofifah Indar Parawansa di sela-sela acara penyerahan bansos PKH tahap dua di aula kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jateng, Sabtu, (17/6) lalu.

MAGELANG – Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring di lapangan, untuk persiapan perluasan PKH 2018, menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Pada bulan Juni ini, jumlah penerima dana bansos PKH sebanyak 6 juta. Sementara pada Mei bulan sebelumnya, jumlah penerima PKH sebanyak 3 juta orang.

Hal itu disampaikan Mensos  di sela-sela acara penyerahan bansos PKH tahap dua di aula kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jateng, Sabtu, (17/6) lalu.
Khusus wilayah Kabupaten Magelang, imbuh Mensos, ada sebanyak 35. 924 ribu keluarga penerima manfaat. Total bansos yang di terima di kabupaten Magelang tahun 2017 senilai Rp188 miliar lebih, terdiri dari PKH, Beras Sejahtera (rastra), bantuan sosial disabilitas, bansos lanjut usia dan bansos UEP Kube.
Mensos mengklaim, berdasar hasil survey yang dilakukan, dana bansos PKH yang diterima oleh masyarakat, benar-benar digunakan sesuai peruntukan yakni untuk pendidikan dan gizi. “Tidak ada yang menyalahgunakan untuk membeli rokok atau pulsa,” ujarnya.
Namun demikian pihaknya akan terus melakukan monitoring dengan memaksimalkan pendamping. Ia menyebutkan, untuk bansos PKH, pendamping secara aktif melakukan monitoring ke sekolah-sekolah.Bila penerima PKH tidak aktif sekolah atau sering membolos, maka akan berpotensi pengurangan terhadap jumlah bansos yang di terima.
Dalam kesempatan itu, Mensos  menyerahkan jaminan hidup bagi 358 jiwa banjir bandang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah senilai total Rp322,2 juta.
Bantuan sejumlah Rp10.000/jiwa selama 90 hari tersebut diserahkan langsung di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Para korban banjir bandang juga diberikan bantuan paket sembako dan paket perlengkapan mandi.

 ” Semoga bantuan jaminan hidup ini bisa membantu meringankan menopang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana,” imbuhnya.

Mensos menyebutkan, jadup menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015 adalah bagi keluarga yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.
Sebelumnya, pada Mei lalu, Mensos juga telah menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat memaparkan total bantuan yang diberikan sejumlah Rp855 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp195 juta, korban luka sejumlah Rp15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp116,5 juta dan jadup sebesar 322,2 juta. (MJ-24)

Ini Menarik!

Dua Nelayan Jepara Selamat Setelah Terseret Arus Hingga Kendal

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Dua nelayan asal TPI Jambu, Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditemukan …

Silakan Berkomentar