iklan
Home > HEADLINE > Pariwisata, Jualan Wisata Tanpa Batas

Pariwisata, Jualan Wisata Tanpa Batas

Pameran wisata nusantara dalam rangkaian acata FamTrip di Kota Magelang, Sabtu (4/6). (Foto: ch kurniawati)

MAGELANG -Berbicara soal pariwisata itu tidak terbatas atau borderless. Dengan kata lain, tidak bisa mengkotak-kotakan suatu daerah untuk mempromosikan pariwisata sendiri. Ia berpendapat, bahwa tiap daerah pasti memiliki keunggulan obyek wisata yang bisa ditangkap peluangnya oleh daerah lain untuk menambah kelengkapan daya tarik wisata (DTW).

Hal itu disampaikan  Kabid Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Trenggono,  saat menghadiri acara Familiarisation Trip (FamTrip) dan Silaturahmi Bisnis Pariwisata Nusantara, Sabtu, (3/6) lalu di Kota Magelang.

Ia menyatakan,  apabila promosi wisata dijadikan satu, maka akan semakin lengkap.
“Seperti acara ini, Kabupaten dan Kota Magelang menjadi satu dalam bingkai Magelang Raya untuk mempromosikan pariwisata, ini bagus untuk memberikan citra positif pariwisata di Magelang Raya,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meyakini bahwa sinergi penta helix menjadi kunci sukses mengembangkan pariwisata. Di dalamnya terdiri akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.
Kelimanya menjadi kesatuan yang saling mendukung. “Misal ada obyek wisatanya, tapi nggak ada media, tentunya tidak akan dikenal masyarkaat secara luas,” katanya.

Disarankan, untuk mengembangkan pariwisata harus memperhatikan empat hal, antara lain destinasi wisata, industri, pemasaran dan sumber daya manusia (SDM) harus ikut diperhatikan. “Empat-empatnya harus maju,” tegasnya.

Trenggono melihat di Magelang Raya, terdapat desa wisata (Deswita) yang memiliki DTW unggulan. Namun, masih ada beberapa yang kesulitan mengemas produknya.
Padahal melihat potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain. 
“Hanya saja harus lebih inovatif,” katanya.

Ia pun menyarankan, pengelola obyek wisata bisa melakukan studi banding, atau mengandeng akademisi dalam mengembangkan wisatanya. Namun obyek wisata harus berbeda dengan obyek lainnya agar menarik untuk dikunjungi.

Dalam acara Fam Trip dan Silaturahmi Bisnis Pariwisata Nusantara yang diselenggarakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Magelang dan Komunitas Pesona Magelang (Pesma) itu, salah satu agendanya adalah pameran promosi wisata Magelang Raya. Sekitar 200 orang dari travel agent se Pulau Jawa Pameran di ajak mengunjungi pameran yang berlangsung di Borobudur International Golf & Country (BIGC).

Pameran diikuti sekitar 40 peserta. Mereka tidak hanya dari Deswita saja, namun termasuk seni dan budaya di dalamnya. Seperti Tlatah Bocah yang merupakan komunitas anak-anak Gunung Merapi yang aktif berkesenian.

Gunawan Julianto, salah satu pendiri Tlatah bocah mengatakan, seni dan budaya juga merupakan pendukung pariwisata. 
“Tlatah Bocah mencoba merealisasikan ramah anak melalui media kesenian, serta mengusung hak anak,” ujarnya.

Beberapa peserta yang ikut pameran antara lain dari Banyubiru, Kecamatan Dukun diwakili Kelompok Sadar Wisata (Pokdariwis) Tirta Biru. Perserta ini mengunggulkan Obyek Wisata Bukit Gunung Gono, serta membawa aneka produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Juga menampilkan Barongsai.

Menurut Fatkhul Mujib, ketua pokdarwis Tirta Biru, acara ini sangat prospektif, karena pihaknya bisa bertemu langsung dengan buyer. (MJ – 24)

Ini Menarik!

Dua Nelayan Jepara Selamat Setelah Terseret Arus Hingga Kendal

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Dua nelayan asal TPI Jambu, Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditemukan …

Silakan Berkomentar