iklan
Home > JATENG RAYA > Anggota Polres Jepara Bekuk Pembuat dan Pengedar Petasan

Anggota Polres Jepara Bekuk Pembuat dan Pengedar Petasan

Tersangka pembuat dan penjual petasan saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin 5 Juni 2017. FOTO: Rhobi Shani

JEPARA – Sejak tiga tahun terakhir, Sumarno, warga Desa Bungo Kecamatan Wedung kabupaten Demak, membuat petasan setiap Ramadan. Kegiatan itu dia lakukan di sela-sela berjualan minuman di Pasar Sore Bungo. Kini, Sumarno harus berurusan dengan polisi.

Penangkapan Sumarno bermula dari penangkapan Muhammad Mutaqim, warga RT 04 RW 01 Desa Sowan Lor Kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Mutaqim diringkus polisi lantaran kedapatan menjual petasan dan menyimpan bahan bubuk petasan. Itu seperti belerang, grom, dan potasium. Keduanya ditangkap jajaran satuan reserse kriminal Polres Jepara pada, Sabtu 3 Juni 2017.

Di hadapan petugas, Sumarno mengaku membeli bahan bubuk petasan seperti belarang, grom, dan potasium dari sebuah apotek di Semarang. Sumarno membeli barang-barang tersebut dalam jumlah sedikit, namun berulang-ulang. Selanjutnya, bahan serbuk petasan diserahkan kepada Mutaqim.

“Saya belajar membuat bubuk petasan dari internet. Semua dihaluskan dulu lalu dicampur menjadi satu di ember,” terang Mutaqim saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin 5 Juni 2017.
Setelah bahan-bahan kimia tersebut menjadi serbuk petasan, Mutaqim menyerahkan kembali kepada Sumarno. Selanjutnya, di tengah kesibukan berjualan minuman Sumarno membuat petasan jenis renteng dan segi tiga. Begitu petasan jadi, Sumarno menjualnya kepada Mutaqim.

“Sebungkus petasan segi tiga isi 50 saya membelinya Rp5.000 terus saya jual lagi Rp8.000. Kalau yang petasan renteng sepanjang 2 meter saya jual Rp150 ribu,” kata Mutaqim.

Mutaqim mengaku hanya menjual petasan buatan Sumarno di lingkungan tempattinggalnya. Pembelinya didominasi anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.

“Saya baru tiga tahun ini, jualannya ya, kalau pas puasa saja,” ujar Mutaqim.

Wakapolres Jepara Kompol Aan Ardiyansah menyampaikan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1951, tentang senjata tajam dan bahan peledak. Ancamannya, hukuman penjara maksimal 20 tahun.

“Hal ini memang perlu kami sampai kepada masyarakat, bahwa perbuatan seperti ini melenggar hukum,” tegas Aan. (oby)

Ini Menarik!

Polisi Gagalkan Niat Sukartono Jual Miras Pas Takbir Keliling

Share this on WhatsApp​ DEMAK – Sukartono, warga Kampung Krapyak, Bintoro Kabupaten Demak memang bejat. …

Silakan Berkomentar