iklan
Home > JATENG RAYA > Jaalani Ibadah Puasa di Tahanan, Bupati Klaten Merasa Ada yang Berbeda

Jaalani Ibadah Puasa di Tahanan, Bupati Klaten Merasa Ada yang Berbeda

Bupati Klaten nonaktif, Sri Hartini hari ini, Senin (29/5), kembali menjalani sidang lanjutan kasus suap jabatan di Pengadilan Tipikor Jalan Suratmo, Semarang.

SEMARANG – Bupati Klaten nonaktif, Sri Hartini hari ini, Senin (29/5), kembali menjalani sidang lanjutan kasus suap jabatan di Pengadilan Tipikor Jalan Suratmo, Semarang.

Walau begitu, Sri Hartini mengatakan nuansa sidang kali ini cenderung berbeda lantaran berbarengan dengan pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadan 1438 Hijriyah.

Ia mengaku tak ada kendala sama sekali saat berpuasa di sel tahanan. Saat pagi hari, ia rutin ikut apel bersama tahanan lainnya di Lapas Kelas IIA Wanita Semarang.

Setelah itu, sekitar pukul 17.00 WIB dirinya juga ikut tadarusan bersama rekan sesama tahanan. “Pukul 18.00 WIB-19.00 WIB mulai salat tarawih di masjid. Tiga hari terakhir enggak merasa berat kok. Allhamdullilah lancar,” ungkapnya.

Ia bilang tetap melahap makanan yang diberikan petugas lapas baik setiap sahur maupun buka puasa. Ia menganggap perlakuan pihak lapas sudah baik terhadapnya meski baru menempati ruang tahanan selama dua pekan. “Kadang dikasih gudangan,” bebernya.

Tiap berbuka puasa misalnya, petugas lapas berkeliling membagikan nasi dan sayur kepada para tahanan.

“Sayurnya gonta-ganti. Hanya saja suasananya agak berbeda. Dulu di rumah, sekarang di lapas. Saya selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh pihak lapas terutama bisa menjalankan salat lima waktu,” terangnya.

Ia menyampaikan sesekali mendapat kiriman bekal berbuka puasa dari sanak keluarganya yang datang jauh-jauh dari Klaten. Menunya pun beragam. “Ya ada lah makanan kecil dan lauk. Saya tetap kok makan bareng-bareng satu kamar. Enggak terlalu aneh-aneh,” ujarnya.

Tradisi berpuasa di lapas memang membuarnya banyak berbenah. Bagi narapidana yang dianggap mampu selalu diminta membantu membuat dzaburan usai salat terawih.

“Kita yang di Jateng juga bantu-bantu, lagian ada banyak tahanan dari luar kota termasuk Jakarta,” tutupnya. (far)

Ini Menarik!

Dua Nelayan Jepara Selamat Setelah Terseret Arus Hingga Kendal

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Dua nelayan asal TPI Jambu, Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditemukan …

Silakan Berkomentar