iklan
Home > HEADLINE > Seniman Ikut Gairahkan Wisata Karimunjawa

Seniman Ikut Gairahkan Wisata Karimunjawa

Salah satu kegiatan dalam Distorsi Harmony #2 “About Karimunjawa”

JEPARA – Pulau Karimunjawa sudah menjadi primadona Kabupaten Jepara bagi wisatawan lokal maupun manca. Namun, selain infrastruktur, destinasi wisata bahari ini masih perlu membangun potensi seni budaya untuk menambah daya tarik.

Hal ini menjadikan sejumlah seniman Kota Ukir turut serta mengembangkan keberadaan Pulau Karimunjawa. Salah satunye dengan menggelar Distorsi Harmony #2 yang mengusung tema “About Karimunjawa”. 
Berbagai acara menghiasi even kali ini. Diantaranya pameran Distorsi Harmony yang diselenggarakan Serupa Artspace ini diselenggarakan sejak tanggal 29 April – hingga saat ini di Rumah adat yang bertempat di Desa Kemujan, Karimunjawa. 
Selain pameran karya seni rupa pada Distorsi Harmony #2 ini juga sekaligus megajak warga dan pelaku kesenian lokal setempat, salah satu kesenian lokal yang akan ditampilkan adalah tarian pencak silat Suku Bugis dan tarian kolosal Padupa oleh Sanggar Guyub Kita Karimunjawa. Tak kalah menarik adalah penampilan musik etnik Kalumantan yang dibawakan oleh Ardo Tong dan B. Afiko. 

Tidak hanya sampai di situ Distorsi Harmony kali ini juga akan digelar sarasehan budaya dengam masyarakat membahas tema ” Karimunjawa: Wisata, eksploitasi dan eksplorasi. Pada penghujung hari terakhir agenfa Distorsi Harmony #2 ini akan di tutup dengan pemutaran film dokumenter dan bioskop rakyat. 

“Semoga mampu menginspirasi masyarakat untuk terus melestarikan seni budaya di Karimunjawa sehingga tidak hanya wisata alam saja yg terus dieksplorasi dari Karimunjawa,” ujar Romi Lintang Waskito salah seorang panitia, Senin (8/5/2017)

Menurutnya, kegiatan ini juga menekankan supaya Karimunjawa dijaga sebagai aset penting. Sehingga dalam mengembangkan wisata ini dapat dilaksanakan sesuai prosedur dan hukum.

“Jangan sampai pengembangan Karimunjawa justru merusak alam,” paparnya.

Widyo Babahe Leksono, pemerhato seni budaya Karimunjawa mengatakan bahwa kesenian bukan hanya sebuah bentuk hiburan. Namun juga sebagai sarana sosialisasi dan edukasi.

“Pola penyadaran masyarakat juga dapat disampailan lewat kesenian. Jadi, menghidupkam kesenian di Karimunjawa itu selain menjadi daya tarik wisata juga penyadaran bagi masyarakat,” tandasnya. (MJ-23)
.

Ini Menarik!

Polisi Gagalkan Niat Sukartono Jual Miras Pas Takbir Keliling

Share this on WhatsApp​ DEMAK – Sukartono, warga Kampung Krapyak, Bintoro Kabupaten Demak memang bejat. …

Silakan Berkomentar