iklan
Home > HEADLINE > Ganjar : Kota Magelang Bisa Jadi Satelit Pariwisata

Ganjar : Kota Magelang Bisa Jadi Satelit Pariwisata

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menggunting pita dalam pembukaan Magelang fair di alun-alun, Sabtu (6/5). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Kota Magelang merupakan kota yang paling siap dijadikan sebagai kota penyangga kawasan wisata Candi Borobudur yang merupakan obyek wisata internasional. Sebab fasilitas yang ada di Kota Magelang sudah sangat lengkap, seperti hotel, belanja, kuliner dan sebagainya.

    “Hotel ada, kerajinan, kuliner bahkan wisatanya juga ada. Jadi sudah lengkap,” kata Ganjar usai membuka “Magelang fair” di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (0/5).

    Magelang fair di gelar untuk memperingati HUT Kota Magelang ke 1.111.

    Ganjar menyebutkan, Kota Magelang hampir bisa menyediakan seluruh fasilitas yang diinginkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Sehingga pengunjung candi tidak hanya sekedar naik kemudian membaca sejarah, foto-foto namun setelahnya mereka menjadi bingung. 

    “Menjadi peluang bagi Kota Magelang untuk menangkap hal ini. Bahkan Kota Magelang kedepan bisa menjadi satelit pariwisata,” ujarnya.

    Selain kota Magelang, ada kota lain yang juga menjadi daerah penyangga, seperti Purworejo dan Kulonprogo. Menurut ganjar, master plan sebagai daerah penyangga sudah jalan dan  perpres juga sudah turun.

    “Saya sudah bicara dengan menko maritim dan mentri pariwisata membicarakan hal ini,” beber Ganjar.

    Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu tidak cepat merasa puas dengan produk yang dihasilkan.

    Para pelaku UMKM harus banyak melihat produk dari pelaku UMKM lainnya. “Karenanya melalui pameran yang diikuti UMKM dari luar Magelang bisa dibandingkan untuk sama-sama saling mengisi dan meningkatkan kualitas,” katanya.

    Walikota menyebut salah satu produk Kota magelang yang sudah bisa tembus luar negri, yakni kerajinan kulit kerang.

    Namun permasalahannya, produk yang di Magelang hanya dijual Rp25 ribu namun sampai luar negri bisa lima kali lipatnya. Dalam hal ini yang menikmati adalah eksportir. “Jadi ini yang harus bisa pecahkan bersama, bagaimana agar produsen juga bisa menikmati hasil karyanya,” kata Walikota.

    sementara itu, Magelang Fair yang berlangsung selama 4 hari dari 6 hingga 9 Mei, diikuti 150 stand baik dari lokal Magelang maupun dari luar kota seluruh Indonesia. Termasuk diantaranya 10 kementrian yang ikut serta berpartisipasi mengisi stand. (MJ-24)

Ini Menarik!

Dua Nelayan Jepara Selamat Setelah Terseret Arus Hingga Kendal

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Dua nelayan asal TPI Jambu, Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditemukan …

Silakan Berkomentar