iklan
Home > JATENG RAYA > Perusahaan Bangkrut, Bos Kabur Diam-diam, Nasib Ratusan Karyawan PT Luxindo Nusantara Tidak Jelas

Perusahaan Bangkrut, Bos Kabur Diam-diam, Nasib Ratusan Karyawan PT Luxindo Nusantara Tidak Jelas

ilustrasi

Semarang – PT Luxindo Nusantara di kawasan Pelabuhan Tanjungmas Semarang menelantarkan 250 orang karyawannya. Pemilik perusahaan yang merupakan warga Prancis diam-diam pulang ke negaranya karena perusahaannya bangkrut.
Para karyawan itu mendatangi Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (11/1), mengadukan nasibnya. Setelah audiensi sebentar langsung menuju ke lokasi perusahaan. Tapi kondisi perusahaan sepi hanya ditemui oleh petugas satpam.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Luxindo Nusantara, Agung Supriyanto mengatakan, awalnya bulan Agustus seluruh pekerja dirumahkan. Sempat diminta masuk lagi, kemudian dirumahkan lagi. Sampai sekarang, hingga batas waktu yang tidak jelas.  

‘’Agustus sampai Oktober gaji kami masih dibayar, November hanya dibayar 80 persen. Tapi Desember sudah tidak digaji sampai sekarang,’’ katanya.

Kondisi itu membuat para pekerja khawatir. Apakah mau dipekerjakan lagi atau di PHK. Mereka siap jika dipekerjakan lagi. Namun jika di PHK minta hak-haknya dibayarkan semua oleh manajemen perusahaan.

‘’Beberapa bulan perusahaan cabang ini memang sepi oder. Pusatnya di Perancis malah sudah terjadi PHK. Karenanya kami khawatir tidak mendapat hak-hak kami, karena owner lepas begitu saja,’’ kata Agung.

Proses pailit perusahaan produsen kacamata ini juga sedang dilakukan. Kurator sudah nilai menghitung asetnya. Penghitungan oleh kurator ini juga disayangkan pekerja karena tidak menghitung pesangon yang seharusnya ikut dihitung.

Wakil Ketua Komisi D Anang Budi Utomo mengatakan, masalah ini sudah dilaporkan pekerja sejak 29 November 2016. Tapi beberapa kali dipanggil manajemen perusahaan tidak datang. Karena itu pihaknya yang mendatangi.

Selain tidak membayar gaji, perusahaan diketahui sudah tidak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan para pekerja. Karena itu pekerja mau mencarikan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Tapi tidak bisa karena pihak BPJS menyatakan salah satu syaratnya harus ada surat bukti penguduran diri dari perusahaan.

Padahal kalau mengundurkan diri hak-hak pekerja secara normatif akan hilang. Karena pihaknya akan berkoordinasi dengan BPJS. Upaya lainnya, pihaknya akan meminta PT Lami Citra sebagai pengelola kawasan agar menahan asset perusahaan.

‘’Jadi PT Luxindo ini sewa tempat ke PT Lami Citra. Nah kami minta jangan dibiarkan dulu aset-aset  di dalam perusahaan PT Luxindo dikeluarkan sebelum persoalan dengan pekerja beres,’’ katanya.

Karena pemiliknya merupakan warga asing, pihaknya pun juga akan berkoordinasi dengan BKPM. Jika ada jaminan perusahaan yang diberikan pada BKPM diharapkan agar bisa untuk membayar hak-hak para pekerja. ‘’Masa karena sudah tidak untung, terus pergi begitu saja,’’ katanya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memfasilitasi masalah ini. Dan memberikan anjuran agar perusahaan memberikan pesangon. Perusahaan sudah mengajukan pailit sejak 27 Desember 2016. (duh)

Ini Menarik!

Mau Umroh? Wajib Kantongi Rekomendasi Kantor Kemenag Setempat

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Ada aturan baru bagi warga yang hendak melaksanakan ibadah …

Silakan Berkomentar