iklan
Home > HEADLINE > Kena Badai Dahsyat, Mobil Listrik Buatan Mahasiswa Unnes Malah Juara di Jepang

Kena Badai Dahsyat, Mobil Listrik Buatan Mahasiswa Unnes Malah Juara di Jepang

RAUT kegembiraan terpancar tatkala rombongan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) tiba di kampusnya, Rabu (11/1). Setidaknya ada enam mahasiswa yang baru saja menjuarai lomba mobil listrik tingkat Asia bertajuk Energy Challenge di Okinawa, Jepang.
Tim lomba yang dipimpin sang manager Wisnu Ade Pranoto serta anggotanya Dias Imawan, Ananta Yoga, Purbo, Zahra Ul Hasanah dan Anas Faturahman, menang lomba kategori SEM Class Eco Marathon yang dihelat tiga hari mulai 28-30 Desember 2016 kemarin.
Anas Faturahman pun berbagi kisah perjuangannya saat beradu kecepatan dengan tim mobil listrik dari berbagai negara lainnya setingkat Asia. Ia mengaku lega akhirnya mampu keluar jadi juara pertama setelah melewati berbagai kendala teknis.
“Saya dan teman-teman harus menyelesaikan riset dan pembuatan bodi mobil yang butuh waktu tiga bulan, persiapannya memang sangat mepet makanya kita senang bisa jadi juara di Okinawa,” kata Anas kepada metrosemarang.com.
Ia mengatakan ada banyak kerumitan saat merancang mobil listrik yang dinamai Pandawa Evolition III itu. Saat mempersiapkan lomba di Okinawa, ia bahkan harus melalui medan yang terjal. Badai topan yang dahsyat sempat membuat persiapannya kacau.
“Di sana, kita terkena dampak badai angin kencang yang nyaris membuat kita gagal ikut lomba. Sebab, saya lihat beberapa mobil listrik milik peserta lainnya rusak kena hempasan angin yang begitu kuat. Tapi untungnya, dengan persiapan matang kita akhirnya bisa ikut lomba sampai keluar jadi juara,” akunya.
Kendala lainnya juga diungkapkan Dosen Fakultas Teknik Unnes Ahmad Bustanul Chairul yang mendampingi mahasiswanya selama di Okinawa. Timnya selama lomba sempat panik karena kehilangan sejumlah komponen penting pada mobilnya. 
“Sampai-sampai kita enggak tahu berapa peserta yang ikut karena kita waktu itu bingung banyak komponen yang hilang di kargo pesawat, mulai adaptor, carger baterai hingga sensor suhu ditambah lagi kaca mobilnya juga retak,” kata Ahmad.
Karena itulah, ia sempat terkejut tatkala keluar jadi juara pertama dalam ajang balap mobil listrik tersebut. Ini, menurutnya jadi kado istimewa sebelum ikut balapan mobil listrik dalam ajang terbesar lainnya pada Maret nanti bertajuk SEM Asia 2017.
“Kita hanya diundang oleh Jepang, di sana kita bertarung melawan peserta dari Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang dan ternyata jadi juara pertama, ini sungguh prestasi yang luar biasa,” katanya.
Pihak Fakultas Teknik Unnes mengapresiasi keberhasilan para mahasiswanya yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat dunia. Ke depan, mereka akan menyuport penuh langkah mahasiswanya yang ikut perlombaan lainnya. (far)

Ini Menarik!

Ribuan Pil Koplo ‘Diblender’ BNNK Kendal

Share this on WhatsApp​   KENDAL – Hasil ungkap kejahatan narkotika selama kurun waktu November …

Silakan Berkomentar