iklan
Home > HEADLINE > Hingga 4 April Mendatang, Pendakian Gunung Prau Ditutup Total

Hingga 4 April Mendatang, Pendakian Gunung Prau Ditutup Total

gunung prau

MAGELANG – Selama tiga bulan sejak 5 Januari hingga 4 April 2017mendatang, pendaki dilarang naik ke Gunung Prau. Larangan itu dikeluarkan Perum Perhutani Divre Jateng Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara.

    Kepala urusan Komunikasi Perusahaan, KPH Kedu Utara, Kota Magelang, Herman Sutrisno dikantornya, Selasa (10/1) menjelaskan, alasan larangan pendakian kegunung Prau yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Wobosobo, Banjarnegara dan Batang ini, karena sedang ada perbaikan jalur pendakian dan kegiatan penghijauan.

    Ia menerangkan, untuk bulan pertama akan diadakan perbaikan jalur pendakian demi keamanan dan kenyamanan para pendaki. Sedangkan di  bulan kedua dan ketiga dilaksanakan kegiatan konservasi atau penghijauan.

    Herman menjelaskan, penutupan pendakian perlu dilakukan mengingat faktor cuaca yang kurang mendukung untuk melakukan kegiatan ini. Selain itu juga perlu adanya penghijauan kembali atau memperbaiki lingkungan. “Jumlah pendakian di gunung Prau selalu meningkat setiap tahunnya,” jelas Herman.

    Setiap bulan rata-rata jumlah pendaki mencapai 8 ribu orang. “Selama 9 bulan gunung ini terus menerus dinaiki oleh pendaki yang jumlahnya ribuan. Sementara kita perbaiki dulu jalurnya,” katanya.

    Agar pendaki tidak nekat melakukan pendakian, maka pihaknya melakukan pengawasan ketat di semua jalur pendakian. Bahkan secara tegas, pihaknya akan mengenakan denda sebesar Rp100 ribu per orang bila ketahuna mendaki secara ilegal.

    Demikian pula dengan basecamp yang meloloskan pendaki untuk naik, maka akan dikenakan denda Rp 500 ribu per orang naik. “Jadi untuk pendaki  ilegal dendanya Rp100 ribu, sedangkan basecamp lebih banyak sebesar Rp500 ribu per pendaki,” katanya.

     Herman dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak main-main dengan aturan ini, dan salah satu upaya agar tidakada pendaki nakal, dengan melakukan patroli bersama di basecamp serta sanksi untuk pelanggar.

    Menurutnya, aturan itu sudah di sepakati oleh  pengelola Gunung Prau pada 4 Januari lalu, dalam  rapat pengelola pendakian Gunung Prau yang dihadiri segenap basecamp, lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), dan Perum Perhutani KPH Kedu Utara.

    Saat penandatangan berita acara kesepakatan, hampir semua basecamp hadir. Antara lain, basecamp Patakbanteng, basecamp Dieng, basecamp Kalilembu, basecamp Dwarawati, basecamp Wates, basecamp Tretep, dan basecamp Kenjuran. Sedangkan  basecamp Pranten (Batang) tidak hadir namun menyatakan kesepakatannya.

    Herman minta pada  masyarakat dan para pecinta alam untuk bersabar sementara waktu, hingga jadwal pendakian kembali dibuka. Dalam halini, Gunung Prau butuh istirahat dan dikembalikan lagi ekosistemnya.

    Sementara itu, untuk melakukan konservasi, pihaknya berencana melibatkan 150-200 penggiat alam pada dua bulan terakhir pelaksanaan. Agar kegiatan berjalan lancar, maka  pihaknya membatasi kuota orang yang terlibat dalam penanaman nanti.

    Dari basecamp 8 jalur di tutup,  tetap melayani bagi penggiat alam yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.(MJ-24)

Ini Menarik!

Libur Nyepi, Ribuan Wisatawan Padati Lawang Sewu

Share this on WhatsApp​ SEMARANG – Liburan panjang perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang …

Silakan Berkomentar