iklan
Home > HEADLINE > Ganjar Baru Tahu Ada Museum BPK di Magelang

Ganjar Baru Tahu Ada Museum BPK di Magelang

MAGELANG – Wakil ketua BPK RI Sapto Amal Damandari meresmikan Renovasi Museum BPK RI yang berada di komplek Eks Karesidenan Kedu (Bakorwil II) Kota Magelang, Senin (9/1). Museum ini sengaja diperluas dan dipercantik agar masyarakat mengetahui sejarah perjalanan Badan Pemeriksa Keuangan RI, yang pertama kali didirikan di Kota Magelang pada 1 Januari 1947.

    “Renovasi museum BPK RI ini merupakan ide pak Sapto agar masyarakat mengetahui sejarah berdiri hingga perjalanan BPK sampai saat ini,” kata Sekjen BP K RI, Hendar Ristriawan dalam laporannya.

    Dia menyebutkan, BPK berdiri di Kota Magelang dan saat itu dibawah kepemimpinan Sumarlin.”Dulu tidak begitu luas dan berada paling pojok,” ungkapnya.

    Melihat kondisi museum yang hampir tidak pernah dilihat masyarakat, maka muncul gagasan untuk memperluas dan melengkapi museum ini sehingga menjadi lebih menarik. Kebetulan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyetujui tanah milik propinsi ini dihibahkan, dengan catatan tidak merubah arsitektur bangunan, karena merupakan cagar budaya. “Ini bisa dikatakan museum sejarah, dimana sebagian koleksi ada yang berupa replika dan ada juga yang realia,” terangnya.

    Sekarang ini, museum BPK dibangun dengan konsep modern untuk menghilangkan kesan bangunan yang menyeramkan. 

    Dengan konsep modern ini, imbuh Hendar,maka pengunjung bisa memanfaatkan berbagai panca indra.Sebab di dalamnya ada visual film, mendengar atau bahkan membaca. Sesuai dengan fungsi museum, maka didalamnya dihadirkan koleksi yang bisa menceritakan BPK masa lalu, maka kini dan masa depan. 

    Museum ini juga bisa menjadi pusat penelitian dan wisata. Bahkan ada permainan atau games-games menarik yang dirancang disini. Disediakan pula satu ruangan untuk anak-anak sebagai kids museum.

    “Tujuannya agar anak-anak bisa interaksi dan menyebarkan informasi terkait perkembangan sejarah BPK,” imbuhnya.

    Untuk kedepannya, museum ini bisa berfungsi sebagai tempat penitipan benda-benda yang terkait dengan ke BPK-an.

    Yang menggembirakan, keluarga mantan ketua BPK (Alm) Jendral M Yusuf menyumbangkan kendaraan pribadi berupa mobil Volvo yang dulu jarang digunakan. Bahkan kilometernya baru menunjukkan 4.000 km.

    Sementara itu, Wakil ketua BPK, Sapto Amal Damandari mengemukakan, sepanjang 70 tahun perjalanan,  BPK melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga yang menjaga harta negara serta memastikan uang negara bisa dipertanggung jawabkan, untuk kemakmuran rakyat. Dari periode keperiode, BPK telah mengalami dinamika kelembagaan, organisasi dan profesi untuk dapat mengawal harta negara.

    “Tentu dalam perjalanan selama 70 tahun, begitu banyak nilai ilmu pengetahuan yang dijadikan pembelajaran bagi BPK dan jajarannya bahkan bagi komponen bangsa Indonesia,” tegasnya.

    BPK berkomitmen untuk mengajak seluruh komponen bangsa untuk ikut mengawal harta negara dan menjadi amanah bersama.

    Sedangkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sangat mendukung dengan renovasi Museum BPK dan diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Jateng.”Awalnya saya tidak tahu ada museum BPK di eks karesidenan Kedu ini, dan saya hanya paham kalau yang ada adalah museum Diponegoro. Ternyata ada museum BPK yang sangat bersejarah. Ini perlu dikembangkan,”tandas Gubernur.

    Peresmian museum ini dihadiri para petinggi BPK RI, seluruh kepala daerah se Jateng termasuk Walikota Magelang, Sigit Widyinindito.

    Berbarengan dengan peresmain, diluncurkan juga Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) 2017dan Aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL). (MJ-24)

Ini Menarik!

Libur Nyepi, Ribuan Wisatawan Padati Lawang Sewu

Share this on WhatsApp​ SEMARANG – Liburan panjang perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang …

Silakan Berkomentar