iklan
Home > JATENG RAYA > Pelaku Teror Bom Tegalrejo Ditangkap, Ternyata Motifnya Karena Sakit Hati

Pelaku Teror Bom Tegalrejo Ditangkap, Ternyata Motifnya Karena Sakit Hati

Pelaku teror bom Tegalrejo,  HF(45) warga dusun Krajan Tegalrejo Kabupaten Magelang saat diperiksa petugas Polres Magelang, Kamis (5/1). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Dalam tempo delapan hari, petugas polres Magelang, berhasil menangkap pelaku teror bom di depan Apotik Perintis farma, dusun Krajan desa Tegalrejo kecamatan Tegalrejo. Tidak diduga, pelakunya adalah HF (45) warga dusun Krajan RT 04 RW 02 Tegalrejo ,yang tidak lain adalah ketua RT dusun setempat.Motifnya karena pelaku merasa dendam kepada seseorang dengan latar belakang politik.
    “Dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku dendam dengan seseorang sehingga nekat melakukan perbuatan teror yang meresahkan masyarakat,” kata Kapolres Magelang, AKBP Hindarso, Kamis (5/1).

    Ia mengatakan, setelah melakukan berbagai penyelidikan dan mengumpulkan beberapa keterangan, polisi menyimpulkan pelaku adalah HF. Karenanya, peugas segera meringkus pelaku di rumahnya pada Rabu (4/1) dini hari dan tanpa perlawanan sedikitpun.

    Kepada petugas pelaku mengakui semua perbuatannya dan dilakukan secara tunggal. “Hasil koordinasi dengan Densus 88 anti teror,juga diketahui kalau pelaku bukan merupakan anggota salah satu jaringan kelompok teroris atau radikal,” terang Hindarso.

    Dari rumah tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang persis dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, seperti kabel, pipa paralon, lakban, arang, paku dan material lain yang mencapai 22 item.

    Diungkapkan Kapolres, tersangka selain melakukan teror bom didepan sebuah apotek Selasa (27/12) kemarin, juga melakukan hal serupa didepan sebuah toko oleh-oleh di Dusun Krajan, juga di Kecamatan Tegalrejo lima hari setelah penemuan bom pertama. 

    “Dari sanalah polisi  menemukan titik terang identitas pelaku. Apalagi, bentuk dan bahan untuk bom juga sama. Namun ini semua juga karena bantuan masyarakat,” ungkapnya.

    Atas perbuatannya, tersangka di jerat UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme junto UU RI nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan perpu pengganti nomor 1 2002 dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama seumur hidup.

    Sementara itu, pimpinan Ponpes API Tegalrejo, KH Yusup Chudlori atau Gus Yusuf yang ditemui  terpisah mengatakan,  pihaknya merasa kaget karena pelaku adalah sahabat masa kecilnya. Bahkan  pelaku juga merupakan tetangga dan sudah dekat dengan dirinya.

    Diakuinya, dulu pelaku pernah akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PKB tahun 2004. Saat itu dirinya selaku ketua DPC PKB Kabupaten Magelang. Namun karena pertimbangan dari partai, pelaku tidak lolos. 

    “Saat itu saya bilang untuk bersabar dan menunggu pencalonan berikutnya. Tapi pelaku justru pindah ke partai lain,” terang Gus Yusuf.

    Saat pindah ke parpol lain, imbuh Gus Yusuf, dirinya mengira persoalan sudah selesai. “Ternyata dia masih sakit hati. Saya sudah memaafkan perbuatannya dan dalam waktu dekat akan menengok pelaku di mapolres,”kata Gus Yusuf.

    Ia sendiri mengapresiasi kerja polisi yang dengan cepat mengungkap kasus ini.Meski secara pribadi, ia  menyangsikan motif pelaku karena dendam dan politik. Iapun berharap kasus ini bisa diselesikan secara kekeluargaan.”Namun bagaimana nanti proses dari polisi, kita ikut saja,” kata Gus Yusuf.

    Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, dikejutkan dengan penemuan tas yang berisi rangkaian mirip bom, pada Selasa 27 Desember 2016 lalu. Temuan benda itu kemudian diledakkan oleh Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimop Kepolisian Daerah Jawa Tengah di lokasi kejadian.  Bahkan pada saat kejadian, Metrojateng.com  sempat melakukan wawancara dengan HF.

    Saat di wawancara, HF mengaku dialah yang  memberitahukan penemuan itu ke polsek Tegalrejo. Ia juga menyatakan kalau aksi teror semacam ini baru sekali ini terjadi di Tegalrejo. Saat itu, pelaku juga terlihat biasa saja dan sesekali terlihat berinteraksi dengan aparat kepolisian yang meminta kesaksiannya. (MJ-24)

Ini Menarik!

Pemkab Kendal Berdalih Sudah Pernah Fasilitasi Konflik Petani dan Perhutani

Share this on WhatsApp​ KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menolak dikatakan tutup mata pada petani …

Silakan Berkomentar