Home JATENG RAYA 2 Kontainer Beras Operasi Bulog Jateng Diselewengkan Mitra

2 Kontainer Beras Operasi Bulog Jateng Diselewengkan Mitra

3
0
SHARE
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan beras bakal operasi pasar Bulog yang diselewengkan. (foto: metrojateng.com/Efendi)
SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan upaya pendistribusian beras Bulog yang tidak sesuai dengan tujuan penjualannya. Dua kontainer beras atau seberat 48 ton, diamankan oleh petugas saat hendak dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang menuju Banjarmasin, Kalimantan pada Kamis (11/1) lalu.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, beras tersebut merupakan beras operasi pasar Bulog yang seharusnya didistribusikan di wilayah Semarang, Demak, dan Pati. Pendistribusian tersebut melalui mitra kerja Perum Bulog Divre Jateng yakni UD DM Putra Purwodadi milik H Slamet.
“Saat diamankan petugas kami dari satgas pangan, pengemudi kontainer ini ngakunya mau di bawa ke Klaten untuk dilakukan pencucian beras, tapi kan nggak mungkin kalau ke Klaten jalurnya lewat sini,” ujar Abi, saat gelar kasus di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (17/1).
Atas kecurigaan tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua sopir kontainer hingga mendapatkan keterangan bahwa puluhan ton beras itu akan di kirim ke Banjarmasin. Bahkan petugas juga mendapati keterangan bahwa masih ada rekannya yang hendak melangsungkan perjalanan dari Demak menuju Pelabuhan Tanjung Emas.
“Ia (sopir) saat tahu ada petugas di langsung menelfon rekannya yang mau perjalanan ke sini dan kemudian kembali lagi ke Demak, kami petugas kemudian melakukan koordinasinl dengan Polres Demak dan dilakukan penggeledahan dan memang benar petugas kemudian menyita barang bukti 24 ton beras,” imbuh Abi.
Kontainer yang mengangkut puluhan ton beras itu dikemudikan oleh Edi Widodo dan Akhmad Munawir. Mereka mengirim beras tersebut dari Demak menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dengan ongkos Rp 300 ribu. “Dari harga saja kan juga nggak mungkin segitu kalau tujuannya ke klaten,” imbuh Abi.
Sementara, pengirim beras tersebut merupakan Esti Isniyati, yang membeli beras dari H Slamet yang merupakan mitra kerja Perum Bulog Divre Jateng. Pengiriman ke Banjarmasin rencananya akan dilakukan melalui jalur laut menggunakan agen PT Meratus.
Kini pihak Polrestabes Semarang belum menetapkan tersangka dalam kasus penyelewengan distribusi beras tersebut. Pihaknya masih memeriksa beberapa saksi termasuk pemilik UD DM Putra Purwodadi serta Esti Isniyati yang membeli beras tersebut untuk dijual Kalimantan.
“Ya ini kami masih memeriksa saksi-saksi, bisa saja ada oknum bulog yang terlibatvdalam kasus penyelewengan pendistribusian beras operasi bulog ini, namun untuk memastikan kita tetap harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” beber Abi.
Sementara ancaman untuk para tersangka jika nantinya terbukti melakukan tindak penyelewengam pendistribusian beras maka akan diancam dengan Pasal 110 juncto pasal 35 ayat (2) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. (fen)