Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > 1,8 Hektare Lahan di Kendal Sangat Kritis dan Tidak Bisa Dimanfaatkan

1,8 Hektare Lahan di Kendal Sangat Kritis dan Tidak Bisa Dimanfaatkan

ilustrasi
ilustrasi

KENDAL – Dari ratusan hektare lahan di Kabupaten Kendal yang masuk dalam kategori lahan kritis, 1,8 hektare lahannya sangat kritis dan sudah tidak bisa dimanfaatkan. Lahan kritis tersebut biasanya disebabkan karena tidak memiliki pohon tanaman keras, atau yang bisa menyimpan dan menahan sumber air.  Sedangkan lahan sangat kritis tidak bisa ditanami tanaman keras.

“Kalau lahan seperti itu disarankan untuk ditanami tanaman buah. Jadi petani atau pemilik lahan hanya bisa memetik hasilnya tanpa menebang pohonnya,” jelas Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal, Sri Purwati, saat kegiatan menanam satu miliyar pohon untuk memperingati Hari Menanan Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Senin (08/12) pagi.

Ditambahkan, kondisi lahan kritis tidak bisa digunakan dalam mengurangi gas emisi karbon. Lahan kritis ini tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal, di antaranya Kecamatan Gemuh, Plantungan, Sukorejo, Limbangan, dan Boja. “Untuk itu perlu adanya penanaman pohon,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tanam satu milyar pohon, dia mengatakan, ada sebanyak 1,2 juta pohon dari berbagai jenis rencananya akan ditanam di seluruh wilayah Kabupaten Kendal. Selain penanaman pohon juga dilakukan pelepasan satwa jenis burung kutilang.

Dari sekian banyaknya jenis tanaman, kata dia, 80 persennya tanaman sengon dan 20 persen jenis MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti Nangka, Glodok Pecut, Petai, Alpukat, Durian, Mangga serta Rambutan.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk menjaga pelestarian hutan serta mendukung kedaulatan pangan, air, dan energi terbarukan. Selain itu, diharapkan dapat mendorong terwujudnya budaya menanam di masyarakat,” paparnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Mensyukuri Toleransi di Semarang Bersama Para Pemulung

Share this on WhatsApp SEMARANG – Aktivitas salah satu Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, …

Silakan Berkomentar