Home > HEADLINE > 17 Ibu Hamil di Boyolali Terinfeksi HIV

17 Ibu Hamil di Boyolali Terinfeksi HIV

Aksi Republik Aeng-aeng dalam memperingati Hari HIV AIDS di CFD Solo, Minggu (30/11). Foto Metrojateng/Raditya
Aksi Republik Aeng-aeng dalam memperingati Hari HIV AIDS di CFD Solo, Minggu (30/11). Foto Metrojateng/Raditya

BOYOLALI – Sebanyak 17 ibu hamil di Kabupaten Boyolali terindikasi mengidap HIV. Saat ini, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali meminta Pemkab setempat menyediakan fasilitas karantina bagi penderita AIDS. Fasilitas itu akan menjadi tempat sementara bagi penderita AIDS menjalani pengobatan.

Dari data KPA Boyolali, saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Boyolali mencapai 179 orang. Sebanyak 35 orang di antaranya adalah ibu rumah tangga (IRT). Sementara dari pemeriksaan Voluntary Counseling Test (VCT) kepada 1.700 ibu hamil pekan lalu, 17 di antaranya terindikasi terkena virus mematikan tersebut.

Ketua KPA Boyolali, Agus Purmanto, mengatakan di tempat karantina penderita AIDS akan lebih nyaman dalam menjalani pengobatan. Apalagi, pengobatan AIDS memberikan efek samping yang luar biasa bagi penderitanya. Seperti kulit melepuh dan keluar bercak hitam.

“Setidaknya, setelah dikarantina mereka bisa menjalani hidup seperti orang pada umumnya. Ya, paling tidak untuk kapasitas 20 orang,” kata Agus Purmanto kepada wartawan seusai peringatan Hari AIDS Sedunia, di Pendopo Kabupaten Boyolali, Senin (1/12).

Untuk alokasi anggaran, Agus mengemukakan di tahun 2015 akan mendapat Rp 300 juta untuk penanggulangan HIV/AIDS. “Sejak tahun 2014 memang KPA sudah dapat anggaran dari APBD. Memang anggarannya belum banyak. Tapi untuk tahun 2015, menjadi sekitar Rp 300 juta,” jelasnya.

Dengan adanya dana itu diharapkan program-program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan dengan baik. Anggaran di KPA akan difokuskan untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan dalam rangka penanggulangan penyakit tersebut.

Meski penanggulangan HIV/AIDS adalah tugas pemerintah, pihaknya berharap ada sinergi antara swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengetahuan tentang HIV/AIDS di masyarakat. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar