Home > JATENG RAYA > Operasi Sikat Candi, Ada Anak-Anak di Antara 14 Tersangka Pencurian

Operasi Sikat Candi, Ada Anak-Anak di Antara 14 Tersangka Pencurian

Dalam Tempo 20 hari, jajaran Polres Magelang berhasil ungkap 12 kasus pencurian dengan 14 tersangka.  Mereka tertangkap dalam Operasi Sikat Candi yg digelar sejak September hingga Oktober.  (Foto:metrojateng.com/ch Kurniawati)

MAGELANG – Selama 20 hari operasi Sikat Candi 2017, sejak 25 September hingga 14 Oktober 2017, jajaran Satreskrim Polres Magelang berhasil ungkap 12 kasus pencurian. Terdiri dari kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. 14 tersangka berhasil diamankan.

“Dua orang diantara mereka adalah perempuan, satu perempuan dewasa dan satu lagi perempuan anak. Tiga tersangka lainnya tersangka masih di bawah umur dan sisanya dewasa,” terang Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo dalam gelar perkara di Mapolres setempat, Senin (23/10).

Didampingi Kasatreskrim AKP Asnanto, Kapolres menjelaskan, dari 12 kasus yang diungkap, sembilan diantaranya merupakan kasus pencurian dengan pemberatan. Tiga lainnya merupakan pencurian dengan kekerasan.

Para tersangka melakukan tindak kriminalnya di beberapa wilayah seperti di Kecamatan Grabag, Salaman dan Mertoyudan. Di antara mereka, ada yang di tangkap di rumahnya, di jalan ataupun di luar kota, seperti Banten Jawa barat dan  tempat lainnya.

Para tersangka pencurian dengan kekerasan antara lain BFS (43) warga Salaman, CIM (34) warga Mertoyudan, MAG (22) warga Wates Kota Magelang dan seorang masih di bawah umur M (16) warga Tegalrejo. Sedangkan pelaku pencurian dengan pemberatan antara lain  EFS (53) warga Depok Jabar, SJH (42) warga Cokro Grabag, DH (21) warga Borobudur, R (24) warga Kajoran, WAA (16) warga Dukun, AZ (17), IM (18), AD dan JS warga Mungkid.

Tersangka perempuan TA warga Majalengka Jabar, WH warga Rejowinangun selatan Kota Magelang, serta seorang tersangka anak perempuan ZA warga Pedurungan Semarang.

Dari 14 orang tersangka yang ditangkap, tidak ada yang satupun yang merupakan sindikat. Mereka melakukan aksi pencurian sendiri-sendiri. “Ada beberapa yang merupakan residivis. Sedang lainnya merupakan ‘pemain’ baru,” ujar Kapolres.

Beberapa barang bukti yang berhasil disita antara lain berupa satu unit mobil dan lima unit sepeda motor. Selain itu ada dua buah senjata tajam, uang Rp 320 ribu, beberapa unit telefon genggam dan laptop.

Ada satu yang menarik dari kasus-kasus yang berhasil diungkap itu. Yakni yang diungkap karena iklan di facebook. Akun Muhammad Huda yang menjual jaket jamper merek Falfa yang mirip dengan jamper milik saksi Dani. Saksi kemudian melakukan chating dengan Muhammad Huda dan menawar harga jaket tersebut sebesar Rp 600 ribu. Setelah ada kesepakatan, kemudian dilakukan transaksi cash on delivery, pembeli membayar barang pada saat diantarkan penjual.

“Saat transaksi, saksi merasa yakin kalau jaket itu miliknya dan menanyakan pada Huda. Yang bersangkutan mengatakan hanya dimintai tolong oleh WA. Salah satu anak yang kini menjadi tersangka,” terang Kapolres Asnanto.

Perbuatan itu lalu dilaporkan ke petugas. Kasus kemudian ditangani dan petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kamera Y1, jaket jamper, rokok elektrik serta telefon genggam yang dibeli dengan uang hasil curian.

Tersangka pencurian dengan pemberatan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sedangkan tersangka pencurian dengan kekerasan terancam penjara maksimal 12 tahun karena melanggar pasal 365 KUHP.

Kapolres mengimbau masayrakat untuk lebih hati-hati, meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan diri maupun lingkungannya. “Jangan sembrono dan menganggap remeh,” tegasnya.

Yang perlu diperhatikan adalah pengawasan terhadap anak-anak. Karena dalam kasus curat dan curas ini, ada anak-anak yang bertindak sebagai tersangka maupun korban. (MJ-24)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar