Beranda HEADLINE 1,2 Ton Jerami Dipersiapkan Khusus Buat Festival Lima Gunung

1,2 Ton Jerami Dipersiapkan Khusus Buat Festival Lima Gunung

31
0
BERBAGI

Warga sedang menyiapkan panggung utama yang akan digunakan untuk menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke XVI di dusun Gejayan, Desa Banyusidi, kecamatan Pakis kabupaten Magelang, Jumat (21/7). (foto: ch kurniawati)
?

MAGELANG – Warga lereng Gunung Merbabu di dusun Gejayan desa Banyusidi kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, akan punya gawe besar. Selama 3 hari mulai 28-30 Juli, (Jumat-Minggu), akan digelar Festival Lima Gunung (FLG) ke XVI. Mereka kini tengah sibuk menyiapkan segala sesuatunya.

 “Sudah lebih dari satu bulan warga desa bergotong royong menyiapkan apa saja untuk penyelenggaraan FLG ke 16 ini,” kata Riyadi, ketua seksi festival, saat di temui di sela-sela membuat instalasi di panggung utama.

 Panggung utama berukuran 9 x 8 di pasang di halaman rumah penduduk yang terletak di pinggir jalan desa. Instalasi dibuat secara gotong royong oleh penduduk setempat, baik tua, muda, dewasa. 

 Sebanyak 1,2 ton jerami digunakan untuk membuat instalasi di berbagai tempat, selain panggung utama. Kepala burung Garuda dari berbagai bahan pertanian, seperti jerami, jagung kering, juga bunga cemara yang banyak tumbuh di desa setempat dan sekitarnya sudah terlihat gagah. Bahkan gagang tanaman lombok rawit yang sudah kering digunakan untuk mempermanis dekorasi. Bambu-bambu dengan berbagai ukuran datang dari hasil uluran gotong royong ikhlas dari warga setempat.

 Riyadi mengatakan, ini merupakan pestanya warga desa yang tidak pernah menghitung dengan finansial. “Semuanya diambil dari kebun sendiri dan mereka ikhlas memberikan untuk menyambut banyak tamu yang akan datang pada FLG nanti,” katanya.

 Bahkan sebanyak 40 rumah penduduk sudah dipersiapkan untuk tempat menginap para pengisi acara dan tamu undangan yang datang dari berbagai daerah. Tamu disediakan penginapan secara gratis, juga untuk makan dan minum.”Tapi untuk yang mau makan diluar juga bisa, karena nanti banyak warga yang berjualan makanan desa,” kata Riyadi.

 Warga ingin agar tamu  memiliki kesan sendiri terutama tentang kehidupan masyarakat desa yang sederhana. “Warga ingin menyajikan apa adanya, tidak dibuat-buat,” ujarnya.

 Mantan lurah Banyusidi mengatakan, sampai saat ini sudah ada 62 group kesenian yang siap tampil dalam event tahunan ini. Selain penampilan seniman dari lima gunung, seperti Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh, juga banyak penampilan dari berbagai kota di Jawa bahkan luar Jawa. “Mereka sudah memastikan diri untuk mengisi FLG kali ini,” papar Riyadi.

 Riyadi sendiri tidak mampu menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan bila pesta rakyat desa ini di gelar oleh event organizer (EO). “Mungkin sudah mencapai Rp1 milyar lebih,” ujarnya.

 Iapun menghitung, setiap hari ada sekitar 10 sampai 20 warga yang menyiapkan instalasi, dan itu sudah dilakukan sejak satu bulan lalu. Bila mereka di upah Rp50 ribu perhari, maka sudah bisa dihitung berapa biayanya. 

 Belum lagi bambu, jerami  dan juga untuk makan para pembuat instalasi. “Tapi karena ini kerja dengan hati, maka kami menyiapkan semuanya dengan senang hati,” ujarnya. (MJ-24)