Home > JATENG RAYA > 116 Nelayan Jawa Tengah Dipulangkan dari Mimika

116 Nelayan Jawa Tengah Dipulangkan dari Mimika

Nelayan Kendal yang dipulangkan dari Mimika ditemui Bupati Mirna Annisa. (foto: metrojateng.com/Edy Prayitno)

KENDAL- Sebanyak 116 nelayan Jawa Tengah yang terlibat konflik dengan nelayan Mimika, Provinsi Papua akhirnya dipulangkan. 85 Diantaranya merupakan nelayan Kendal yang tidak bisa kembali lantaran tidak memiliki uang. Nelayan ini tiba di Bandara Ahmad Yani  Minggu (20/08) sore dengan diangkut  pesawat Hercules A-1328 milik TNI Angkatan Udara (AU) RI.

Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa. Mirna mengaku sangat prihatin dengan yang musibah yang dialami nelayan Kendal. Ia bersama jajaran forum komunikasi pemimpin daerah (forkompimda) di Kendal, yakni Dandim 0715 dan Kapolres Kendal, juga dari Pemerintah Provinsi Jateng dan DPRD Jateng melakukan koordinasi untuk melakukan penjemputan.

Mirna menjelaskan, ia mendapatkan kabar dari Kerukunan Keluarkan Jawa Bersatu (KKJB) di Distrik Wania, Mimika Timur, Papua jika ada warga Kendal yang tidak kembali ke Kendal lantaran terlibat konflik dengan nelayan adat. Kurang lebih ada 135 nelayan, dimana 105 diantarnaya adalah Nelayan asal Kendal.

“Katanya ada ratusan nelayan Kendal yang tidak bisa pulang karena adanya larangan melaut di perairan Mimika. Kami pun kemudian berkoordinasi dengan Kodim dan Pemprov Jateng. Hasilnya kami memulangkan para nelayan dengan dibantu pesawat Hercules ini,” tuturnya.

Langkah pemulangan para para nelayan setelah dilakukan koordinasi yang baik yang dilakukan Pemkab Kendal dibantu Kodim Kendal dan Pemprov Jateng. “Selanjutnya kami akan berkoordinasi ini Pemprov Jateng untuk mengambil langkah selanjutnya terhadap nasib para nelayan ini,”  katanya.

Namun, ia berharap agar para nelayan tersebut sementara waktu bekerja atau melaut di Kendal. Jika ingin kembali ke Mimika, tunggu sampai ada waktu kesepakatan antara pemerintah dengan dengan nelayan adat mimika.

Usai dari Bandara, para nelayan itu diangkut ke Kendal menggunakna dua bus menuju Kendal. Sebelumnya mereka transit untuk makan kemudian dibawa ke Asrama Haji di Gedung Islamic Center di Kelurahan Bugangin. Para nelayan itu menjalani tes pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bebas dari virus malaria maupun virus lainnya.

Sunar (46 tahun), salah satu nelayan asal Rowosari mengatakan jika dirinya tidak bisa bekerja selama sebulan lebih sejak adanya konflik dengan nelayan Mimika. “Sejak datang pertama ke Mimika kami sudah tidak bisa bekerja. Kami sempat ditahan oleh nelayan adat dan akhirnya dibebas dan tinggal di Sekretariat KKJB. Jadi kami Sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Kendal,” katanya.

Ia mengaku tidak tahu lagi nasibnya, jika Pemkab Kendal maupun Bupati Kendal tidak menjemput para nelayan disana. “Kami sempat ditahan, ditodong tombak. Sampai kami ketakutan disana. Beruntung kami masih bisa pulang dengan selamat,” paparnya.

Kepala Kesbangpol Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan dari 116 nelayan yang dipulangkan menggunakan Pesawat Hercules, 85 diantaranya adalah nelayan Kendal. Sisanya merupakan nelayan dari Jateng. Seperti Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan Kota Semarang, Demak dan Pati.

“Konfliknya bukan konflik Suku, Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). Melainkan konflik ekonomi saja. Yakni perebutan daerah perairan pencarian ikan. Dimana nelayan Mimika tidak suka jika nelayan diluar Mimika mencari ikan dengan cara modern dimana hasinya lebih banyak,” tuturnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

1 Sura, Ribuan Warga Kendal Rebutan Nasi Bungkus

KENDAL – Ribuan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi sura dalam peringatan Haul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *