Home > JATENG RAYA > 11 Perangkat Desa Terlibat Penyelewengan Dana Desa

11 Perangkat Desa Terlibat Penyelewengan Dana Desa

Pertemuan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan DPD RI. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Sebanyak 11 perangkat desa kedapatan terlibat aksi penyelewengan alokasi dana desa. Temuan tersebut muncul tatkala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit ulang pengelolaan dana desa yang ada di Jawa Tengah.┬áTemuan yang didapati penyidik BPK berupa laporan kegiatan penyelenggaraan dana desa fiktif, laporan keuangan yang tidak beres, dan aksi mark up anggaran dana desa.

“Dari 7.809 desa yang ada di Jateng, yang bermasalah tidak banyak. Keseluruhan ada 11 perangkat desa yang ada di Jateng. Kita akan terus melakukan pendampingan agar dana yang diterima semakin bermanfaat,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menggelar pertemuan dengan DPD RI di Gedung Gradhika Jalan Pahlawan, Selasa (3/10).

Sejauh ini, kata Ganjar BPK telah mengaudit dana desa pada 102 pedesaan di Kabupaten Brebes, Grobogan, Jepara, dan Temanggung. Hasilnya, masih ditemukan pelanggaran yakni bukti-bukti penggunaan dana tidak dilaporkan.

Meski begitu, ia mengakui bahwa pengawasan dana desanya kurang maksimal mengingat jumlah pendampingnya hanya 1.434 orang. “Satu desa satu pendamping saja sudah berat. Sebab mereka wajib memiliki kompetensi yang unggul,” tambahnya.

Ia menyebut pihaknya sedang mengevaluasi pengelolaan dana desa di seluruh 35 kabupaten/kota.┬áKe depan, ia meminta kepada Kemendes PDT agar melakukan penyederhanaan pol pengelolaan keuangan pemerintah desa. “Tidak perlu tebal-tebal, cukup dua lembar tapi subtansi mencakup semua. Jangan ada yang bertambah masalah,” tandasnya. (far)

Ini Menarik!

Wuling Tawarkan Layanan Purnajual, Renault Tak Pasang Target Muluk

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Wuling dan Renault merupakan dua pemain baru dalam …

Silakan Berkomentar