Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > 10 Ribu Warga Miskin Boyolali Dijamin BPJS

10 Ribu Warga Miskin Boyolali Dijamin BPJS

image
Bupati Seno Samodro dan Kepala Divre VI BPJS kesehatan, Andayani Budi Lestari menadatangani MoU di kantor Bupati Kamis (28/8). Foto Metrojateng

BOYOLALI – Sebanyak 10 ribu warga miskin di Boyolali didaftarkan masuk program jaminan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan oleh Pemkab setempat. Mereka adalah warga miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) di luar kuota PBI yang dibiayai APBN atau peserta Jamkesmas. Program ini dibiayai oleh APBD Boyolali.

Untuk program ini, Pemkab telah menganggarkan dalam APBD 2014 dengan iuran Rp 19.225 per jiwa per bulan. MoU pendaftaran warga miskin PBI ke BPJS Kesehatan ini dilakukan langsung oleh Bupati Boyolali, Seno Samodro dengan Kepala Divisi Regional VI wilayah Jateng-DIY, Andayani Budi Lestari di kantor Bupati Kamis (28/8).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Yulianto Prabowo, menyatakan penandatangan kerjasama ini menjadi dasar hukum kepesertaan 10 ribu warga miskin di Boyolali penerima bantuan iuran (PBI) BPJS kesehatan. “Setelah dilakukan penandatanganan MoU ini, maka per 1 September 2014 ini sudah bisa dilaksanakan. Warga miskin di Boyolali yang didaftarkan dalam masterlife BPJS kesehatan ini, jika memerlukan pelayanan kesehatan sudah dijamin BPJS Kesehatan,” ungkap Yulianto.

Meski diakuinya, untuk pendataan PBI di Boyolali saat ini belum selesai dilakukan, karena belum semua desa mengumpulkan data secara valid. Salah satu kendala yakni warga yang didaftarkan harus memiliki kartu keluarga (KK) yang baru. Ternyata masih banyak yang belum memilikinya. Selain itu data 10 ribu warga yang didaftarkan tersebut juga akan terus di-update setiap tiga bulan.

Menurut Yulianto, kepesertaan PBI ini nantinya akan terus bertambah setiap tahunnya. Ditargetkan hingga tahun 2018 mendatang, total PBI Boyolali bisa mencapai 170 ribu jiwa.

Kepala Divisi Regional VI BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, mengatakan Boyolali merupakan kabupaten/kota ke-9 di wilayah Jateng-DIY, yang menyertakan warganya dalam BPJS Kesehatan. Meski demikian, jumlah warga yang masuk dalam PBI, Kabupaten Boyolali merupakan yang terbesar. “Daerah lain sekitar 3000-an jiwa sesuai anggaran yang ada,” ungkap Andayani.

Dijelaskannya, dengan masuknya 10 ribu warga Boyolali sebagai PBI pemerintah daerah, maka di Boyolali saat ini sudah 41 persen penduduknya yang terjamin asuransi BPJS Kesehatan. Pasalnya, PBI yang ditanggung APBN (Jamkesmas) di Boyolali mencapai Lebih dari 339 ribu jiwa. Selain itu juga terdapat peserta BPJS non PBI, seperti PNS, TNI, Polri, pegawai swasta, pensiunan, dan sebagainya.

Dijelaskan Andayani, fasilitas kesehatan di Boyolali yang melayani BPJS Kesehatan di antaranya 29 Puskesmas, 32 dokter, empat klinik pratama, dua fasilitas kesehatan milik TNI-Polri, tiga rumah sakit pemerintah dan tiga rumah sakit swasta, serta sembilan fasilitas kesehatan penunjang.

Sementara Bupati Boyolali, Seno Samodro, menyatakan komitmennya dalam bidang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Bahkan jika tahun ini anggaran Jamkesda mencapai Rp 17 miliar, tahun depan pihaknya menjanjikan senilai Rp 27 miliar, yang sebagian digunakan untuk penyertaan BPJS bagi PBI warga Boyolali.

“Intinya Boyolali harus nomor satu di Jateng. Jika ada daerah lain yang lebih dari Rp 27 miliar, nanti kita tambah lagi anggarannya,” tegas Bupati.

Bidang kesehatan lanjut Bupati merupakan salah satu prioritas pembangunan selain pendidikan dan infrastruktur. Bagi bupati, pelayanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur adalah prioritas program yang tak bisa ditawar-tawar. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar