Home > HEADLINE > ‎Bekas Galian C Tewaskan Empat Bocah di Magelang

‎Bekas Galian C Tewaskan Empat Bocah di Magelang

Ilustrasi
Ilustrasi

MUNGKID– Kasus tenggelamnya dua bocah di bekas galian penambangan alat berat menyisakan persoalan besar. Pasalnya bekas kerukan material seperti ini terdapat hampir di seluruh sungai.

Catatan metrojateng.com, kasus tenggelamnya anak-anak saat bermain di kubangan bekas lahar bukan kemarin saja. Akhir tahun lalu, dua anak asal Dusun Kemiren Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang juga mengalami hal serupa.

Kedua koban diidentifikasi sebagai Farida (9) dan Muhammad Ferdi (6) warga Jumoyo Lor Desa Jumoyo Kecamatan Salam. “Semua penambang pasti meninggalkan bekas pengerukan begitu saja. Padahal itu membahayakan,” kata Diana Wulandari (38) yang anaknya tewas tenggelam.

Diana mengatakan anaknya disemayamkan Rabu (10/12) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Helena Joyce meninggal dunia bersama sahabat sejatinya Sherin El Fareta Nindya (8), Selasa (9/12),  setelah tercebur di lubang bekas penambangan alat berat di Dusun Blangkunan Selatan, Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang

Helena merupakan warga Dusun Blangkunan Selatan sementara Sherin warga Dusun Tegal Slerem, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan. Kedua korban masih duduk di kelas III SD Bentara Wacana (BW) Muntilan.

Kadus Blangkunan Selatan Budyar mengatakan lubang-lubang galian tersebut merupakan sisa penambangan alat berat. Disebutkan kedalaman lubang galian tersebut sekitar 2-3 meter. “Ditambang sekitar awal tahun 2014. Setelah ditambang dibiarkan saja tidak ditutup kembali,” kata Budyar. (MJ-14)

Ini Menarik!

Kenang Tragedi Jatuhnya Heli Dauphin, Basarnas Bangun Monumen di Gunung Butak

Share this on WhatsApp TEMANGGUNG – Sebuah monumen dibangun di kaki Gunung Butak, Desa Canggal, …

Silakan Berkomentar